Nez PinkBox

YM

Kamis, 04 November 2010

RESUME BUKU MANAJEMEN

Bab I
Pendekatan Terhadap Studi Manajemen

            Manajemen mencakup kegiatan untuk mencapai tujuan, dilakukan oleh individu-individu yang menyumbangkan upayanya yang terbaik melalui tindakan-tindakan yang telah ditetapkan sebelumnya. Hal tersebut meliputi pengetahuan tentang apa yang harus mereka lakukan, menetapkan cara bagaimana melakukannya. Selanjutnya perlu menetapkan dan memelihara pula suatu kondisi lingkungan yang memberikan response ekonomis, psikologis,, sosial dan politik serta sumbangan-sumbangan tekni dan pengendaliannya. Hubungan manajemen dengan suatu kelompok merupakan arah pandangan yang akan dibahas disini. Memang betul, seorang pengurus persoalan pribadinya sendiri, tetapi ikhwal yang paling penting di dalam manajemen ialah pengurusan sesuatu oleh sebuah kelompok. Usaha-usaha secara kooperatif merupakan kata-kata yang berlaku masa kini. Sumber-sumber bahan baku yang luas dan kemampuan teknis merupakan hal-hal yang langka, kecuali kemampuan manajerial untuk memakai sumber-sumber dan keahlian tersebut melalui kelompok yang terorganisir, digalakkan dan dikembangkan. Manajemen mempunyai tujuan-tujuan tertentu dan bersifat tidak terwujud (Intangible). Usahanya ialah mencapai hasil-hasil yang spesifik, biasanya dinyatakan dalam bentuk sasaran-sasaran. Upaya dari kelompok menunjang pencapaian tujuan yang spesifik itu. Manajemen dapat dinyatakan sebagai tidak terwujud (Intangible), karena tidak dapat dilihat, tetapi dapat dirasakan hasilnya, yakni ouput pekerjaan yang cukup ada kepuasan pribadi dan servisnya lebih baik. Manajemen merupakan suatu ilmu dan seni. Ada wadah pengetahuan tentang manajemen yang terorganisir ada ilmu pengetahuan yang menjelaskan bahwa manajemen dapat dibuktikan kebenarannya secara umum. Hubungan kausal antara variable manajemen adalah ditentukan dan dinyatakan secara umum tetapi hal tersebut yang bersifat umum itu masih dapat diteliti lagi melalui riset dan modifikasi dengan pengetahuan yang lebih maju. Semua ilmu bersifat dinamis, ada bidang-bidang yang lebih maju dari yang lain. Jika tidak demikian, maka kita tidak akan memiliki pengetahuan yang lebih akumulatif pada hari ini dibandingkan dengan pengetahuan orang mesir kuno atau masyarakat kerajaan yunani pada zaman dulu.


Bab 2
Fungsi-Fungsi Manajerial

            Planning ialah menetapkan pekerjaan yang harus dilakukan dan dilaksanakan oleh kelompok untuk mencapai suatu tujuan yang telah digariskan. Planning mencakup kegiatan pengambilan keputusan, karena termasuk pemilihan alternative-alternatif keputusan. Diperlukan kemampuan untuk mengadakan visualisasi dan melihat ke depan guna merumuskan suatu pola dari himpunan tindakan untuk masa mendatang.
            Organizing mencakup (a) membagi komponen-komponen kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan ke dalam kelompok-kelompok, (b) membagi tugas kepada seorang manajer untuk mengadakan pengelompokkan tersebut dan (c) menetapkan wewenang diantara kelompok atau unit-unit organisasi. Ada yang tidak berpendapat demikian dan lebih condong memasukkan staffing sebagai fungsi utama.
            Actuacting atau disebut juga “gerakan aksi” mencakup kegiatan yang dilakukan oleh seorang manajer untuk mengawali dan melanjutkan kegiatan yang dilakukan dan ditetapkan oleh unsur perencanaan dan pengorganisasian agar tujuan-tujuan dapat tercapai. Actuacting mencakup penetapan dan pemuasan kebutuhan manusiawi dari pegawai-pegawainya dan memberi kompensasi kepada mereka.
            Motivating merupakan sebuah kata yang lebih disukai oleh beberapa pihak daripada Actuacting. Beberapa lain menganggap arti dari kedua kata tersebut adalah sama. Ada juga yang berpendapat bahwa motivating memiliki arti yang lebih condong kepada prasarana yang terdorong dari hati sanubari manusia  dibandingkan dengan Actuacting yakni sebagai konotasi emosional dan irrasional daripada kata motivating, actuacting bersifat motivasional dan mencakup lebih banyak formulasi formal dan rasional.
            Staffing mencakup mendapatkan, menempatkan dan mempertahankan anggota pada posisi yang dibutuhkan oleh pekerjaan organisasi yang bersangkutan. Kebutuhan pegawai ditetapkan, calon-calon untuk menempati posisi-posisi direktur dan dipilih, petugas-petugasnya diberi penghargaan dan dikembangkan. Dititikberatkan kepada arti penting dan mutu manajer-manajer di dalam cakrawala manajemen.
           

Directing merupakan pengarahan yang diberikan kepada bawahan sehingga mereka menjadi pegawai yang berpengetahuan dan akan bekerja efektif menuju sasaran yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Directing juga mencakup kegiatan yang dirancang
untuk memberi orientasi kepada pegawai, seperti misalnya menyediakan informasi tentang hubungan antar bagian, antar pribadi dan tentang sejarah, kebijaksanaan dan tujuan-tujuan dari perusahaan.
            Controlling mencakup kelanjutan tugas untuk melihat apakah kegiatan-kegiatan itu dilaksanakan sesuai rencana. Pelaksanaan kegiatan dievaluasi dan penyimpangan-penyimpangan yang tidak diinginkan diperbaiki supaya tujuan-tujuan dapat tercapai dengan baik. Ada berbagai cara untuk mengadakan perbaikan termasuk merubah rencana dan bahkan tujuannya, mengatur kembali tugas-tugas atau merubah wewenang, tetapi seluruh perubahan tersebut dilakukan oleh manusianya.
            Innovating mencakup pengembangan gagasan-gagasan baru, mengkombinasikan pemikiran baru dengan yang lama, mencari gagasan-gagasan dari kegiatan lain dan melaksanakannya atau juga dapat dilakukan dengan cara memberi stimulasi kepada rekan-rekan sekerja untuk mengembangkan dan menerapkan gagasan-gagasan baru di dalam pekerjaan mereka. Tugas seorang manajer bersifat kreatif dan adoptif. Sebagian besar pengikut kelompok paham manajemen sependapat bahwa kreativitas diperlukan dalam proses manajemen.
            Representing mencakup pelaksanaan tugas pegawai sebagai anggota resmi dari sebuah perusahaan dalam urusannya dengan pihak pemerintah, kalangan swasta, bank, penjual, langganan dan kalangan luar lainnya. Penampilan kadang-kadang harus dilakukan dengan negosiasi yang sangat berhati-hati juga dapat dilakukan dengan cara yang luwes dan menyenangkan. Banyak orang yang percaya bahwa di dalam penampilan tersebut tercakup negosiasi yang lembut dan secara logis dapat dianggap menjadi daripada planning serta dapat mengungkapkan sifat-sifat manusia yang ramah dan bersahabat. Coordinating merupakan sinkronisasi yang teratur dari usaha-usaha individu yang berhubungan dengan jumlah, waktu dan tujuan mereka, sehingga dapat diambil tindakan yang serempak menuju sasaran yang telah ditetapkan.




Bab 3
Nilai-nilai manajerial kontemporer
Dan lingkungannya

            Di dalam kegiatan manajemen, seseorang dapat memiliki falsafah di dalam atau di luar manajemen. Arti dari falsafah manajemen ialah suatu cara berfikir di dalam manajemen yang meliputi pengamatan, pengertian terhadap konsep dan kenyakinannya. Di dalam tindakan manajemen seseorang, terdapat beberapa sistem berfikir. Seorang manajer membangun pola berfikir, menerima criteria, hubungan sosial dan suasana ekonomis yang dicapai dari tindakan-tindakan yang diambil. Di dalam membuat formulasi dan pemahaman terhadap sistem suatu falsafah manajemen seorang manajer mendapatkan tiga keuntungan utama.
            Pertama, manajer tersebut besar kemungkinan akan mendapatkan dukungan penuh dari bawahannya. Kedua, terdapatnya suatu landasan untuk berfikir secara manajerial, terutama sekali di dalam situasi yang berubah-ubah untuk mencapai keputusan-keputusan dasar dan mendapatkan kesempatan-kesempatan aru tanpa ada pemecahan sebelumnya atau pemecahan yang mendekati. Ketiga, tersedia suatu kerangka manajemen yang dapat dimanfaatkan oleh manajer tersebut untuk mengembangkan fikirannya. Ia dapat mengadakan orientasi dan memperoleh kemajuan untuk mencapai pemecahan masalah yang stimulatif. Beberapa waktu kemudian timbul berbagai falsafah tentang manajemen, tumbuh dengan subur yang kemudian merintis jalan bagi falsafah baru. Perkembangan baru terjadi terutama sekali karena meningkatnya pengetahuan dan pengembangan sosial dan dinamika teknologi dan lingkungan. Untuk memberikan gambaran yang jelas, maka perubahan kondisi di bawah ini merupakan sebuah ilustrasi yang serupa manajemen yang menekankan pada suatu keberhasilan, bukan kegiatan. Menanyakan mengapa suatu tujuan ditetapkan bukan menguraikan cara untuk mencapainya, pemanfaatan computer dan mendukung sumbangan-sumbangan dari berbagai teroobosan teknis yang menjadikan nilai dimana nilai tersebut adalah merupakan dasar dari falsafah manajemen. Nilai tersebut dapat mengungkapkan hal-hal yang mempunyai arti bagi seorang manajer.



Bab 4
Sasaran

            Sasaran merupakan kepentingan tertinggi di dalam suatu manajemen, karena dapat memberikan tujuan dan arah yang akan ditempuh, sehingga manajemen dapat memberikan sesuatu hal yang sangat berarti. Sasaran tersebut harus ditetapkan dan diberitahukan sedemikian rupa sehingga dapat digunakan sebagai ukuran dari sukses atau kegagalan. Target-target dan tujuan sering digunakan silih berganti sebagai pengganti kata saasaran. Ada yang berpendapat bahwa kata target berkonotasi dengan ukuran kuantitatif, tetapi definisi tersebut tidak bersifat universal. Sasaran yang diketahui secara umum dan ditetapkan dengan baik diikuti oleh sebagian besar manajer sebagai memiliki kemampuan motivasi  di dalam dan pada mereka sendiri. Sasaran tersebut melahirkan kegiatan, mengarahkan usaha-usaha manajemen secara efektif dan mengakhiri penghamburan manajemen secara efektif dan mengakhiri penghamburan energi untuk tugas-tugas yang tidak produktif dan pertentangan-pertentangan pribadi. Menetapkan dan mengumumkan sasaran yang hendak dicapai merupakan sebuah tantangan yang besar. Semua pihak harus mengetahui tujuannya dan seluruh anggota manajemen harus bekerja sama menuju sasaran tersebut. Hal tersebut memang harus dilakukan demikian, tetapi seringkali sasaran tersebut dinyatakan agak samara-samar, sehingga diabaikan oleh manajer yang kemudian sesat di dalam problema. Jika sasaran tersebut tidak dinyatakan dengan tepat, maka factor kesempatan (bukan pengarahan dari manajemen) yang menetapkan arah tujuan dari kegiatan tersebut.
            Sasaran yang harus dicapai manajemen boleh mengajukan pertanyaan apakah individu atau kelompok kerja yang betul-betul dapat mencapainya? Apakah yang timbul di dalam industri? Sasaran harus memiliki arti yang tepat bagi manajer. Jika sasaran-sasaran dinyatakan dengan kat-kata yang samara seperti “untuk membentuk warga perusahaan yang kontruktif” atau “mendapatkan keuntungan” sesungguhnya membingungkan sekali. Manajer perlu mengetahui ada berapa pegawai dengan sifat yang bagaimana dan dalam waktu berapa lama, atau berapa besar keuntungan dari produk-produk yang mana selama waktu berapa lama.



BAB  5
PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MANAJEMEN

            Suatu tanda universal dari seorang Manajer ialah bahwa ia erupakan orang yang mengambil keputuan ( decision maker ). Untuk mencapai sutu sasaran ,Manajer harus memutuskn jenis-jenis tindakan yang perlu diambil, cara-cara bar yang perlu digunakan dan hal-hal yang perlu dilaksanakan untuk mempertahankan output kerjanya.
            Mengambil keputuan ialah memilih alternative dari dua atau beberapa alternative yang ada untuk menentukan arah dan tujuan yang ingin dicapai. Cara-cara memilih alternative berikut ini diantara yang palin penting :
  1. Analisa Marginal
  2. Teori Psikologi
  3. Intuisi
  4. Pengalaman
  5. Mengikuti Pemimpinanya
  6. Percobaan
  7. Analisa
Pengambilan keputusan dapat dilakukan atas dasar:
  1. Perorangan
  2. kelompok


BAB 6
METODA KUANTITATIF DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJERIAL

            Selama beberapa tahun terakhir ini semakin banyak digunakan metoda kuantitatif dalam proses pengambilan keputusan dalam manajerial. Metoda tersebut dapat memiliki keistimewaan :
a)      Dapat memeri pandangan yang luas
b)      Dapat memberi identitas dan ukuran dari sasaran
c)      Memberi kuantitas dari variabei-variabel yang relevan
d)      Menggunakan model-model ( biasanya dengan perumusan matematis ) yang memperlihatkan hubungan secara kuantitatif.
e)      Optimalisasi atau minimalisasi fungsi-fungsi terentu  ( misalnya efisiensi biaya )
f)        Berpikir secara teratur dengan metoda yang logis.


BAB 7
PEKERJAAN PERENCANAAN

            Para manajer masa kini harus bekerja didalam kondisi ekonomi yang sangat dinamis dengan berbagi perubahan yang tidak dapat di tawar lagi. Dengan perencanaan seorang manajer seorang manajer dapat menguasai perubahan. Pembuat perencanaan adalah dia yang memiliki kesempatan terbesar untuk menghimpun seluruh sumber usaha dari sebuah   perusahaan kemudian dijadikan “ modal “ yang lebih efektif lagi.
            Definisi dari perencanaan : Perencanaan merupakan pemilihan dan menghubungkan fakta, menggunakan aumsi-asumsi tentang masa depan dalam membuat visualisasi dan perumusan kegiatan yang diusulkan dan memang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Sebagian besar rencana dapat dibagi menjadi suatu kegiatan. Tahapan waktu terebut dapat membantu untuk :
  1. Membagi rencana kedalam serangkaian tindakan yang sederhana
  2. Mempertahankan pelaksanaan rencana sesuai jadwalnya
  3. Mengkoordinir kegiatan-kegiatn yang terpisah kedalam perencanaan
  4. Rencana tersebut dapat diterima oleh semua pihak yang berkepentingan
Mempersingkat  pelaksanaan rencana dapat dimungkinkan oleh kondisi-kondisi sebagai beriku:
  1. Mempertahankan status quo
  2. Harus tanggap terhadap perubahan-perubahan mendatang
  3. Berjuang untuk pencapain maksimum




BAB 8
FORECAST, ASUMSI, STRATEGI DAN PLANNING

            Forecasting merupakan usaha untuk meramal melalui studi dan analisa terhadap data yang tersedia, potensi operasional dan kondisi-kondisi dimasa yang akan datang. Keahlian membuat forecasting bisa didapat melalui :
  1. Pemakaian tatacara yang tertib didalam penelitian data yang digunakan untuk mebuat perkiraan-perkiraan.
  2. Mencatat pandangan dan partisipasi para manajer utama didalam  mempersiapkan ferocesting.
  3. Pengecekan periodic terhadap hasil yang sebenarnya dibandingkan dengn forecast yang bersangkutan mencatat alasan-alasan dari  penyimpangan-penyimpangan pokok.
  4. Penyempurnaan forecasting didasarkan pada pengalaman.
Untuk membuat suatu rencana yang berbobot, maka manajer yang bersangkutan harus memiiki informasi-informasi yang berhubungan dengan :
  1. Lingkungan
  2. Persainngan
  3. Perusahaan yang bersangkutan
Asumsi-asumsi berikut ini dapat diaplikasikan kepada hamper setiap perusahaan dan bertujuan untuk menunjukan jenis-jenisnya dalan planning :
  1. Pengawasan pemerintah
  2. Kebijaksanaan fiscal pemerintah
  3. Lingkungan bisnis yang umum
  4. Tingkat harta
  5. Sikap dan tingkah laku masyarakat
Beberapa keuntungan yang dihasilkan oleh perencanaan strategi antara lain:

  1. Kesalahan-kesalahan dan tempat-tempat yang lemah dapat diperbaiki.
  2. memberi bantuan untuk mengambil keputusan terhadap hal-hal dan pada waktu yng tepat.
  3. Membantu mangatasi ketidakpastian dimasa yang akan datang
  4. untuk mengambil langkah-langkah dimasa yang akan datang dalam usaha membentuk masa depan yang diinginkan dan yang akan disoroti.

Beberapa jenis strategi adalah sebagai berikut:
  1. Tempa besi sewaktu masih panas
  2. Waktu merupakan penyembuh yang mujarab
  3. menjadi penuh dari dalam
  4. Bagi tugas dan awasi

BAB 9
JENIS-JENIS PERENCANAAN

Ada beberapa manajer yang berpendapat bahwa rencana-rencana dapat diklasifikasikan menjadi:
  1. Rencana pengembangan. Rencana tersebut menunjukan arah ( secara grafis )tujuan dari perusahaan.
  2. Rencana laba. Jenis rencana ini biasanya difokuskan kepadalaba perproduk atau sekelompok produk.
  3. Rencan pemakai.
  4. Rencan anggota-anggota manajemen.
Klasifikasi tersebut ini dapat membantu didalam studi kita tentang manajemen :
1.      Sasaran.
2.      Kebijaksanaan
3.      Prosedur
4.      Methoda
5.      Program
6.      Standar
7.      Anggaran biaya ( budget )
8.      Faktor tekno







BAB 10
MENGALIHKAN RENCANA MENJADI KEGIATAN
           
Ada berbagai macam pertanyaan yang tersedia untuk membantu perencanaan  antar lima pertanyaan yang di awal W dan bagaiman ( how ). Urutan-urutan pertanyaannya adalah sebagai berikut :
  1. Mengapa ( why ) harus dikerjakan ?
  2. Apa ( what ) yan diperlukan?
  3. Dimana ( where ) akan dikerjakan?
  4. Kapan ( when ) akan dikerjakan ?
  5. Siapa ( who ) yang akan mengerjakannya?
  6. Bagaimana ( how ) melaksanakannya?
Sebagian besar rencana memiliki kunci langkah sebagai upaya dasar dari manajemen sebagai berikut :
a)      Perlihatkan dan kemukakan problema yang ingin diselesaikan melalui perencanaan.
b)      Dapatkan dan klasifikasikan informasi-informasi yang bermanfaat tentang kegiatan     yang diusulkan.
c)      Pilihlah dasar pikiran perencanaan.
d)      Susunlah beberapa rencana, kemudian pilihlah rencana yang akan dilaksanakan.
e)      Tentukan segi segi detail dan timing dri rencana yang terpilih kemudian persiapkan kelanjutannya.
            Pelaksanaan perencanaan memiliki karakteristik tertentu yang patut diketahui. Termasuk didalamnya adalah :
a)      Tempat mengawali perencanaan.
b)      Pengaruh dari elemen manusia.
c)      Penetapan komponen rencana mengandung dua unsure yaitu : A.Variabel B. Konstan yang pertama mengatur sejumlah alternative yang datangnya dan rencana yang bersangkutan biasanya mendapatkan banyak perhatian dari perencanaannya.
d)      Proses percobaan dari perencanaan.



BAB II
KONSEP-KONSEP ORGANISASI

            Pengorganisasian merupakan kegiatan dasar dari manajemen dilksanakan untuk dan mengatur seluruh sumber-sumber yang dibutuhkan termasuk unsur manusia, sehingga pekerjaan dapat  diselesaikan dengan sukses. Tujuan dari pengorganisasian adalah untuk membingbing manusia untuk bekerjasama secara efektif.
            Pengalaman dan perhatian yang telah dicurahkan kepada masalah pengorganisasian telah melahirkan berbagai keyakinan dan teori-teori tentang pengorganisasian. Teori yang palin penting diantaranya adalah :
  1. Teori Neo-Klasikal
  2. Teori Funsi
  3. Teori Kuantitatif
  4. Teori Sistem
Perubahan-perubahan yang terjadi didalam konsep yang vital. Perubahan tersebut dapat diklasifikasikan akan terjadi didalam :
  1. Struktur Organisasi
  2. Motivasi
  3. Teknologi
Ada empat komponen-komponen pengorganisasian yang bewujud dan dapat diingat dengan kata were yaitu diantaranya:
  1. Pekerjaan
  2. Pegawai
  3. Hubungan kerja
  4. Lingkungan







BAB 12
ORGANISASI PERTIMBANGAN PRIBADI DAN SOSIAL

            Sebagai seorang manajer organisasi yang bekerja dengan anda merupakan unsure-unsur yang penting. Demikian pul mengorganisir orang tersebut.
            Cara-cara untuk mencapai kepuasan didalam tugas tersebut melalui pengoganisasian adalah :
  1. Ruang lingkup pengambilan keputusan.
  2. Hubungan timbale balik.
  3. Ukuran dari unit kerja.
  4. Tingkat spesialisasi tugas
  5. Pelaporan kepada eksekutif tingkat tinggi.
Bagaimanakah organisasi dapat mempengaruhi tingkat seseorang. Paling tiga ada cara:
  1. Melalui tingkah laku individunya sendiri selaku anggita organisasi yang bersangkutan.
  2.  Melalui hubungan antar pribadi individu dengan kelompok kerjanya ( yang dibentuk oleh organisasi ).
  3. Melalui tindakan-tindakan kelompok dari individu tersebut.
Tingkah laku tersebut dapat kita pahami dengan dasar pertimbangan  sebagai berikut :
  1. Mengakui bahwa setiap orang merupakan unsure yang terpisah.
  2. Mengetahui tujuan-tujuan pribadinya untuk dapat memahami tingkah lakunya.
  3. Tindakan-tindakan seseorang dapat dibenarkan oleh dirinya sendiri.
  4. Hubungan timbal balik antara dua orang secara berulang-ulang mempengaruhi tingkah laku orang-orang tersebut.









BAB 13
PEMBAGIAN TUGAS

Didalam Bab 11 sudah dikemukakan bahwa pembagian tugas menjurus kepada pembentukan pembagian tugas menjurus kepada pebentukan bagian. Pendekatan tentang  pembagian tugas menyebutnya sebagai:
a)      Dari atas kebawah
b)      Dari bawah keatas
c)      Lantas pekerjaan
Pembagian pekerjaan diselesaikan dengan :
a)      Fungsi
b)      Tugas-tugas operasi dan pelayanan
c)      Wilayah
d)      Langganan
e)      Proses
f)        Tim Tugas
g)      Matriks
Faktor-faktor yang penting dalam mengadakan pembagian pekerjaan ialah:
a)      Membantu koordinasi
b)      Memperlancar pengawasan
c)      Manfaat spesialisasi
d)      Menghemat biaya
e)      Menekankan pada hubungan antar manusianya
Dewan direksi yang merupakan kelompok anggota organisasi dibentuk secara legal dan mempunyai tugas-tugas pokok:
a)      Melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan penuh kesadaran ( menyelenggarakan pemanfaatan aktiva perusahakan yang dipercayakan kepada mereka ).
b)      Memberi pengarahan kepada pejabat-pejabat untuk pemantapan tindakan-tindakan mereka dimasa yang lalu maupun yang akan datang.
c)      Untuk membicarakan dan merumuskan keputusan yang akan diambil terhadap masalah-masalah pokokdari peruahaan.

BAB 14
WEWENANG

            Sebelum melanjutkan uraian tentang wewenang , terlebih dahulu perlu dicatat suatu pengertian penting daripada fungsi ganda wewenang tersebut yakni:
Tanggungjawab yang menjadi kewajiban setiap individu untuk melaksanakan kegiatan terbaik dan kemampuan yang dimilikinya.
            Penjelasan wewenang merupakan suatu factor yang vital didalam manajemen, karena;
a)      Menetapkan hubungan organisatoris formal diantara anggota-anggota badan usaha
b)      Memberikan kekuasaan manajerial, yakni memberi “senjata” kepada para manajer agar mereka mampu bertindak apabila keadaannya “memaksa”.
c)      Mengembangkan bawahan dengan cara memberi izin kepada kepada mereka untuk mengambil keputusan dan menerapkan pengetahuan yang mereka peroleh dari program-program latihan dan pertemuan-pertemuan.
Untuk melawan kecenderungan yang menolak dan mendelegasikan wewenang, seorang manajer harus :
  1. Mengakui perlunya pendelegasian
  2. Menciptakan suatu cara mengetahui apa yang sedang terjadi
  3. Menentukan jenis pengambilan keputusan yang akan didelegasikan
  4. Memilih dengan seksama mereka yang akan didelegasi tersebut
  5. Bantu orang yang menerima delegasi wewenang
Klasifikasi umum dari suatu wewenang yang menunjukan pembatasan ialah :
  1. Wewenang lini
  2. Wewenang staf
Wewenang staf dapat diklasifikasikan kedalam jenis utama sebagai berikut:
  1. Staf Penasehat
  2. Staf Pembantu
  3. Staf Pengawas
  4. Staf Fungsional
  5. Asistensi
  6. Staf Umum


BAB 15
MENYUSUN STAF ORGANISASI

            Didalam pembahasan ini, kegiatan menyusun setiap organisasi ( mengisi formasi ) dimasukan kedalam pengorganisasian. Kegiatan tersebut mencakup :
  1. Konsepsi pengorganisasian untuk menilai orang-orang yang diorganisir
  2. Kebutuhan dan pengisian pejabat manajerial dibuat menurut bentuk organisasinya dengan bentuk permasalahannya.
            Ada beberapa hal yang banyak disebut-sebut sebagai kualifikasi manajerial sebagai berikut :
  1. Keinginan untuk mengelola
  2. Kemampuan membuat konsepsi dan analisa
  3. Kemampuan untuk mengidentifikasi dan mengkonsentrasikan hal-hal yang penting
  4. Kemampuan untuk mempengaruhi orang lain
  5. Kemampun untuk mendapatkan dan mengembangkan bawahan
  6. Mudah menyesuaikan diri terhadap berbagai kondisi
  7. Pengetahuan teknis dan keterampilan
Secara umum dapat dikemukakan berbagai sumber sebagai berikut :
  1. Promosi dari alam
  2. Memilih manajer dari luar
  3. Memperkerjakan sarjana-sarjana lulusan perguruan tinggi, Universitas dan sekolah-sekolah tinggi
  4. Cara-cara lain

BAB 16
DINAMIKA ORGANISASI

Empat sebab utama dari dinamika organisasi ialah:
  1. Buah yang dihasilkan oleh pengorganisasian.
  2. Pengaruh yang terdapat di dalam diri pegawai.
  3. Pertimbangan-pertimbangan ekonomis, pertumbuhan dan hambatan-hambatan.
  4. Perubahan-perubahn teknologi.
Reorganisasi yang sukses biasanya menetapkan bahwa manajer harus mengikuti langkah-langkah yang penting.
Pertama, Manajer harus menentukan dan meninjau kembali sasaran-sasaran yang ingin dicapai oleh organisasi yang baru dibentuk itu.
Kedua, Manajer harus berusaha untuk mengembangkan organisasi yang sangat efektif untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.
Ketiga, Manajer harus mendapatkan fakta-fakta yang lengkap tentang organisasi yang ada sekarang.
Keempat, Manajer harus menetapkan fase-fase yang akan ditempuh oleh reorganisasi.
Kelima, Manajer yang harus menyiapkan reorganisasi.

BAB 17
MOTIVASI DAN MANAJER-MANAJER MODERN
           
            Motivasi menyangkut soal perilaku manusia dan merupakan elemen vital didalam manajemen. Motivasi dapat diartikan sebagai mengusahakan supaya seseorang dapat menyelesaikan pekerjaan dengan semangat karena ia ingin melaksanakannya. Tugas manajer ialah menciptakan kondisi-kondisi kerja yang akan membangkitkan dan mempertahankan keinginan untuk bersemangat itu.
Kondisi-kondisi yang memudahkan motivasi yaitu :
  1. Memperluas Tugas
  2. Pertukaran Tugas
  3. Manajemen menurut sasaran
  4. Partisipasi
  5. Manajer Ganda
  6. Mencapai Tujuan
  7. Pertumbuhan
  8. Pengakuan
  9. Tanggungjawab




BAB 18
MENGARAHKAN ( DIRECTING )

            Directing merupakan suatu kegiatan untuk mengintegrasikan usaha-usaha anggota-anggota dari sutu kelompok, sehingga melalui tugas-tugas mereka dapat terpenuhi tujuan-tujuan  pribadi dan kelompoknya. Pengarahan yang baik bukanlah suatu bentuk kediktatoran.
            Manajer ialah bagian dari kelompok kerja juga dikatakan bahwa manajer merupakan bagian daripada bawahan. Memberi pengarahan yang efektif dapat dilaksanakan oleh seorang untuk satu kelompok, biasanya, manajer yang melakukannya, karena ia :
  1. Mengetahui bawahan
  2. Mengetahui keahlian dan kemampuannya.
  3. Mengerti akan kapasitas dan keinginan-keinginannya
  4. Mengetahui apa yang dapat menghasilkan
  5. Telah mengamatisikap hidupnya
            Informasi yang diperlukan untuk melaksanakan tugas dengan baik dan bagaimana cara untuk menyampaikannya merupakan keputusan yang diambil oleh manajer . Biasanya yang termasuk didalamnya :
  1. Tempat peralatan yang tepat didalam kantor atau pabrik
  2. Identifikasi bagian-bagian yang utama
  3. Suatu uraian tugas
  4. Hubungan antara pekerjaan yang satu dengan yang lain didalm unit organisasi, dalam hal-ha tertentu pekerjaan-pekerjaan didalam perusahaan.
  5. Saran-saran tentang cara membuat laporan-laporan y ang telah dibutuhkan
  6. Informasi tentang cara mengadakan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas yang sekarang.







BAB 19
BERKOMUNIKASI

            Suatu keterampilan utama yang diharapkan dari seorang manajer ialah kemampuan untuk berkomunikasi secar efektif. Komunikasi merupakan cara untuk memudahkan manajemen, akan tetapi bukan kegiatan yang berdiri sendiri dan bagian yang pokok dari segala sesuatu yang dikerjakan oleh manajer.
            Gambaran tentang komunikasi ialah mempercayai bahwa saling pengertian terjadi karena satu orang bericara dengan orang lain atau karena hal-hal yang telah ditulis oleh seseorang dibaca oleh orang lain. Menurut sudut pandangan manajemen, beberapa penyebab dari kegagalan berkomunikasi ialah :
  1. Komunikasi mengandung unsure-unsur yang tidak langsung karena tidak mengungkapkan permsalahan yang sebenarnya.
  2. Penerimanya mengadakan interpretasi terhadap komunikasi dalam hubungannya dengan latar belakang pribadi serta pengalaman.
  3. Penerimaannya harus membaca disposisi kedalamkomunikasi tentanng hal-hal yang ingin dihindari atau yang memang diharapkannya.

BAB 20
KEPEMIMPINAN DALAM MANAJEMEN

            Kepemimpinan tersebut dapat diartikan sebagai keampuan mengarahkan pengikut-pengikutnya untuk bekerjasama dengan kepercayaan serta tekun mengerjakan tugas-tugas yang diberikan pemimpin mereka. Pemimpin juga perlu memiliki kemampuan untuk menentukan tindakan-tindakan yang perlu diambil guna mencapai keperluan kelompoknya. Kepemimpinan manajer harus disesuaikan dengan gaya kepemimpinan untuk menghadapi tugas tertentu, bukan sebaliknya.
            Dari uraian tersebut diatas dapat disusun beberapa jenis kepemimpinan sebagai berikut:
  1. Kepemimpinan menurut situasinya. Disini factor yang terpenting untuk menentukan jenis kepemimpinan ialah situasinya.
  2. Kepemimpinan menurut prilaku pribadinya. Sesuai dengan naanya, perilaku pemimpin penting sekali dalam bentuk kepemimpinan ini.
  3. Kepemimpinan yang tugas sentris atau pekerja sentries.
  4. Kepemimpinan pribadi. Motivasi dan pengarahan menimbulkan kontak pribadi antar pegawai.
  5. Kepemimpinan demokratis.
  6. Kepemimpinan otoriter.
  7. Kepemimpinan paternalistis.
  8. Kepemimpinan alami jenis kepemimpinan ini berasal dari kelompok-kelompok orang secara informal

Hasil  riset terakhir mengungkapkan bahwa kepemimpinan yang sukses membutuhkan suatu tertentu. Pengembangan ketrampilan-ketrampilan berikut ini juga penting :
  1. Obyektivitas terhadap hubungan dan perilaku manusia.
  2. Mampu berkomunikasi.
  3. Wibawa.
  4. Kesadaran diri.
  5. Mengajar.

BAB 21
MENILAI DAN MENGEMBANGKAN MANAJER

            Seorang anggota manajemen ingin mengetahui mana pekerjaan yang terbengkelai dan mana yang perlu diperbaiki. Penilaian terdidr dari dua tahap :
  1. Mengevaluasi pejabat-pejabat berdasarkan sejumlah factor pilihan.
  2. Mengadakan wawancara dengan pejabat-pejabt tersebut untuk membicarakan evaluasi tersebut.
Para manajer yang berfotensi merupakan kekayaan perus yang tinggi nilainya. Usaha-usaha untuk meningkatkan kemampuan para manajer merupakan suatu investasi penting. Ciri-ciri tertentu dari usaha-usaha pengembangan manajemen yang perlu dibahas adalah antara lain sebagai berikut :

  1. Dukungan top-manajemen.
  2. Pengembangan diri peserta latihan.
  3. Memakai bagan organisasi, uraian tugas dan uraian pekerjaan.
  4. Menetapkan kebutuhan manajer.
  5. Penyebaran dan usaha-usaha yang kontinyu untuk mengembamgkan.
  6. Penempatan peserta latihan kerja.

BAB 22
MENGENDALIKAN ( CONTROLLING )

            Mengedalikan ialah suatu usaha untuk meneliti kegiatan-kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan. Pengendalian berorientasi pada obyek yang dituju dan  merupakan alat untuk menyuruh orang-orang bekerja menuju sasaran yang ingin dicapai. Pengendalian merupakan suatu proses dasar untuk mendapatkan sesuatu yang identik apa saja yang dikendalikan.
Pengendalian yang baik membantu memperlancar hubungan antar manusia. Pengendalian juga untuk membantu mengidentifikasikan problema-problema manajemen. Pengendaliannya juga umumnya juga diberlakukan terhadap berbagai jenis kegiatan seperti pengendalian produksi, pengendalian penjualan dan pengendalian pembelian. Pendekatan lain yang mungkin lebih penting lagi diikuti empat factor berikut ini :
  1. Kuantitas
  2. Kualitas
  3. Waktu yang digunakan
  4. Biaya













BAB 23
KUNCI PENGENDALIAN MANAJEMEN

            Beberapa jenis pengendalian di bahas di bab ini dan dianggap sebagai kunci pengendalian manajemen.
            Pertama ialah pengendalian kuantitas yang bertujuan menertibkan arus barang atau jasa. Tujuan dari pengendalian kuantitas adalah untuk menyediakan item-item barang secukupnya dengan biaya yang memadai dan selalu tersedia untuk memenuhi kebutuhan.
            Kunci kedua dari pengendalian manajemen ialah pengawasan kualitas. Untuk menghindari kesimpangsiuran dalam menafsirkan arti kata pengawasan kualitas, perlu dikemukakan bahwa pengertian yang sebenarnya ialah mengusahakan supaya kualitasnya memuaskan sesuai dengan tujuan barangnya. Lebih tepatnya ialah :
  1. Supaya harga barang konsisten dengan kualitasnya.
  2. Hasilnya memuaskan dan dapat dipercaya.

BAB 24
PENGAWASAN SECARA MENYELURUH

            Jenis pengawasan ini dilakukan terhadap seluruh kegiatan atau sebagian besar kegiatan perusahaan yang diperlakukan sebagai unit dasar. Pengawasan tidak hanya dilakukan terhadap suatu kegiatan atau fungsi tertentu. Pengawasan hanya dapat dilakukan secara efektif apabila didukung oleh perencanaan dan kebijaksanaan. Tujuannya ialah supaya dewan manajemen mendapatkan gambaran tentang suatu keseimbangan kerja diantara unit-unit secara terpadu. Pengawasan enjadi alat untuk :
  1. Mengukur keseluruhan usaha para top-manajer.
  2. Mengendalikan seluruh perencanaan
  3. Mengendalikan unit-unit yang semi otonom karena terjadi desentralisasi melebar.
Didalam sistem pengawasan jarang sekali dimasukan tindakan-tindakan yang korektif yang umumnya digunakan ialah :
  1. Perhitungan pendapatan.
  2. Laporan-laporan pengawasan.
  3. Ringkasan anggaran.
  4. Rasio-rasio.
  5. Pengambilan investasi.
  6. Analisa modal pokok.
  7. Pemeriksaan.
  8. Daerah-daerah kunci.
Areal-areal kunci merupakan media lain dari pengawasan. Pengukuran hasil-hasil pada areal-areal yang dibandingkan dengan sasaran-sasaran yang ingin dicapai memberikan hasil untuk mengevaluasikan usaha-usaha manajemen. Areal-areal kunci tersebut menggunakan jenis-jenis perusahaan sebagai berikut:
  1. Membagi pemasaran.
  2. Keunggulan produk.
  3. Produktivitas
  4. Rasio input dengan output.
  5. Pengembangan personil.
  6. Tanggung jawab secara umum.

BAB 25
PENGENDALIAN ANGGARAN DAN PERT

            Anggaran berfungsi sebagai perencanaan dan pengendalian kegiatan. Perencanaan dicakup oleh anggaran dan pelaksanaannya diatur oleh anggaran tersebut. Suatu istilah yang umum di gunakan ialah ’’penglolan anggaran’’  atau ’’perencanan laba’’ yakni untuk menytakan kegiatan perumusan dan pelaksanaan anggaran berarti menentukan pelaksanan anggaran dan membandingkannya dengan data-data anggaran, untuk menentukan apakah perlu mengadakan tindakan perbaikan. Biasanya komponen-komponen dari suatu anggaran  bersifat konsisten dengan struktur organisasiperusahaan yang bersangkutan sehingga pendelegasian wewenang yang di perlukan untuk mengadakan perbaikan-perbaikan tersebut dapat di lkukan tanpa ada kesulitan.di sini pun masih peru di adakan nya penyempurnaan-penyempurnan seperlunya. Kemudian di kembalikan pada tim penyusun anggaran untuk di sesuaikan kembali dengan kebijaksanaan dari pemimpin perusahaan.
            Periode yang di pilih tergantung dari tujuan anggaran yang bersangkutan, akan tetapi harus selalu;
  1. Mencakup siklus lengkap dari kegiatan-kegiatan
  2. Bersamaan dengn tim pengendali kegiatan-kegiatan utama seperti mialnya laoran penapatan dan aporan prngaasn kegiatan
  3. Berisikan pandangan-pandangan tentang kegiatan-kegiatan yang akan datang  
Ada beberapa jenis anggaran yang paling umum di gunakan ialah;
    • Anggaran penjualan
    • Anggaran pembelian 
    • Anggaran pendapatan dan belenja
    • Waktu dan ruang
    • Pembelian
    • Pekerja
    • Belanja modal
    • Kas
    • induk
Program evalusi dan tekhnik meninjau kembali ( PERT ) di laksanakan pada kegiatan-kegiatan yang berhubungan waktu dengan kegiatan-kegiatan lain untuk mencapai suatu sasaran bersama.
Dengan PERT kita bukan saja dapat mengetahui jadal waktu yang di butuh kan, akan tetapi kita juga dapat mengendalikan berbagai kegiatan secara harian. PERT bersifat lebih praktis apabila menagani pekerjaan-prkerjaan “ sekali jalan “ saja; akan tatapi tidak demikan akan hal nya apabila di gunakan untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang bersifat ulang. Tjun nya ialah menjadi media yang di rancang untuk;
  1. Mengarahkan perhatian khusus pada komponen-komponen kunci.
  2. Mengungkapkan areal-areal problema yang potensial
  3. Segara menyajikan laporan penyelesaian pekerjaan
  4. Mempercepat pengambilan keputusan
                                  



           



BAB 26
MANAJEMEN DI NEGARA-NEGARA ASING

            Apabila membicarakan manajemen luar negeri para penulis bahkan warga Negara Amerika biasa berusaha membuat perbandingan antara manajemen luar negeri dan manajemen di tempat mereka. Melihat kenyataan terebut dapat di tarik kesimpulan;
a)      Manajemen di Amerika Serikat adalah yang terbaik di dunia
b)      Manajemen yan lebih bik merupakan sebab utama dari keunggulan ekonomi merka Serikat.
Manajemen Amerika Serikat telah berhasil mempertemukan sumber-sumber alam dan usaha dan mengusahakan orang-orang bekerjasama secara efektif untuk mencapai tujuan.
Untuk dapat memahami manajemen di suatu Negara asing, kita perlu memahami lingkungan yang di ciptakan oleh kondisi di dalam Negara tersebut. Sementara ini kita dapat membagi kondisi tersebut kedalam tiga kelompok;
a)      Ekonomis
b)      Sosial
c)      politik
Sebaliknya ada Negara-negara tertentu yang menganggap bisnis sebagai amoral. Di India misanya beberapa pemimin keagamaan menganggap setip usha untuk menambah harta meruakan suatu kejahatan. Di beberapa Negara,apabila manajemen di terapkan dalam perdagangan, hal tersebut di angagap hanya menguntungkan suatu kelompok sosial elit tertentu saja. Para menejer harus bersifat rajin di dalam usaha-usaha menejerial mereka erutama karena mereka berusaha mencari setatus sosial,dan memperoleh pengkuan.
Perbedaan-perbedaan kultur memang ada dan melahirkan suatu kesimpulan bahwa kerangka kerja pengetahuan manajemen seperti terdapat di Amerika serikat hanya dapat diterapkan pada masyarakat yang sama seperti di Amerika tersebut.
Pengetahuan manajeen besifat universal. Karena structural konsepsi dan prinsip-prinsipnya berlaku tanpa memandang lokasi fisiknya, walaupun penekatan dan teknik-teknik yang digunakan untuk menerapkan konsepsi-konsepsi dan permasalahannya tidak sama di dalam kultur yang berbeda. Teknik-teknik yang dilaksanakan dalam pengambilan parsipatif masing-masing berbeda diseluruh dunia.
Didalam setiap Negara ada manajer-manajer yang memiliki kemampuam dan potensi-potensi manajerial. Apakah yang membedakan karakteristik kelas anggota-anggota manajemen didala suatu Negara asing ? jawabannya ialah :
a)      Motivasi untuk mencapai sasaran kerja
b)      Bebas dari tekanan-tekanan sosial

BAB 27
MANAJEMEN DIMASA YANG AKAN DATANG

            Manajemen timbul berkembang dan menjadi semakin penting. Teknik manajerial baru berkembang dengan cepat. Dorongan untuk menembangkan diri bukan saja datang dari dalam, akan tetapi juga dari luar, termasuk stiap bidang. Kegiatan manusi sosial, ekonomis dan teknologis, disini, terjadi perubahan-perubahan dan akumuasi pengetahuan baru berkembang pesat. Akibatnya, peranan para manajer semakin berkembang disetiap jenis perusahan dan setiap tingkatan.
            Dengan perubahan-perubahan tersebut lahir pula teori-teori manajemen baru. Pemikiran yang manajemen yang dinamis berjalan terus karena manajemen bersifat penting dan begitu pula adalah permasalahan fundamental yang dihadapi. Struktur-struktur baru pemikiran manajemen dan penemuan-penemuan baru ( mungkin belum mencukupi ) memberi jalan untuk mencapai kesempurnaan manajerial diwaktu yang akan datang. Karakteristik manajemen yang akan menonjol dimasa mendatang ialah mempertimbangkan problema-problema dari sudut pandangan yang bersifat menyeluruh.
            Didalam pendekatan tersebut ada dua factor yang agak menonjol yakni :
a)      Pendekatan dari sistemnya
b)      Komputer
Untuk dapat memanfaatkan perubahan-perubahan tersebut sambil mengikuti persaingan dan mempertahankan fleksibilitas manajerial tergantung dari kecukupan yang dimiliki di tempat dan waktu dibutuhkan. Selanjutnya manajemen dilaksanakan untuk kepentingan manusia tujuan utama ialah memberi keputusan yang lebih baik kepada mereka. Penilaian inilah yang paling berarti. Masa yang akan datang nampaknya ingin menonjolkan hal-hal yang baru dan mengembangkan penemuan-penemuan baru seperti teknikteknik, diagram-diagram konsepsi-konsepsi dan disain-disain yang akan membantu para manajer dalam tugas-tugas mereka.
Manajer-manajer masa depan akan berpendidikan lebih baik dari pada yang sekarang, terutama karena :
  1. Pendiikan formal manajemen telah meningkat dan akan terus meningkat
  2. Para manajer mempunnyai keinginan untuk belajar
  3. Konsepsi dan teknik-teknik baru manajemen yang rumit akan disempurnakan dan dikembangkan lagi oleh para manajer.   
Akhirnya,dimasa yang akan datang lebih banyak orang akan mengakui konsepsi bahwa manajemen merupakan dasar yang penting untuk mencapai berbagai tujuan. Manajemen merupakan saran yang bertujuan untuk mencapai hasil dan merupakan media yang efektif untuk mendapat pengetahuan tentang berbagai disiplin dan ilmu. Kemampuan manajemen dan keahlian merupakan sumber yang vital bagi bangsa kita.




Senin, 01 November 2010

pengembangan simd pada organisasi dakwah


BAB I PENDAHULUAN
Bidang sistem informasi melintasi banyak teknologi kompleks, konsep keperilakuan yang abstrak, dan aplikasi khusus dalam bidang-bidang bisnis serta non-bisnis maupun organisasi yang tidak terhitung jumlahnya. kerangka kerja konseptual, berguna untuk mengatur pengetahuan yang disajikan tentang hal-hal yang perlu diketahui mengenai sistem informasi manajemen untuk mendapatkan keuntungan. Sistem informasi seyogyanya mendukung strategi bisnis organisasi, proses bisnis, struktur dan budaya organisasi dalam meningkatkan nilai bisnis dari organisasi khususnya dalam lingkungan bisnis yang dinamis.
Sebuah sistem informasi adalah sistem buatan manusia yang berisi himpunan terintegrasi dari komponen-komponen manual dan komponen-komponen terkomputerisasi yang bertujuan untuk mengumpulkan data, menyimpan data, memproses data, dan menghasilkan informasi. Sebuah sistem informasi melayani dua fungsi penting dalam sebuah organisasi. Pertama, sistem informasi mencerminkan dan mengamati aksi-aksi dalam sistem operasi, yaitu dengan memproses, mencatat, dan melaporkan transaksi-transaksi operasional. Kedua, sistem informasi mendukung kegiatan-kegiatan manajerial, termasuk pembuatan keputusan-keputusan manajemen.
Agar para praktisi bisnis atau organisasi dapat dengan lebih mudah mengakses sumber daya-sumber daya informasi dalam hal pengembangan sistem informasi perusahaan yang berbasis teknologi informasi, baik itu didalam perusahaan maupun diluar perusahaan yang mereka butuhkan untuk mendukung kebutuhan pelanggan, pemasok dan mitra dagang. Sistem informasi lintas fungsi manajemen (co-sourching) perusahaan akan dapat mendukung, serta meningkatkan komunikasi dan kerjasama antar tim atau kelompok kerja di dalam suatu organisasi ataupun diluar organisasi (in-co-out sourching).
Dalam hal ini maka perusahaan dapat mencapai tingkat efisiensi, kelincahan, dan responsivitas secara optimal dan maksimal yang dibutuhkan untuk berhasil dalam lingkungan bisnis yang serba tidak pasti dan dinamis dalam menangani berbagai fungsi bisnis dalam pemasaran, produksi, atau operasi, akuntansi, keuangan, dan dalam hal manajemen sumber daya manusia melalui berbagai operasi dengan sistem informasi manajemen yang baik.
Pengembangan sistem informasi dalam perusahaan dapat dilakukan melalui tiga metode yaitu in-sourcing, co-sourcing, dan out-sourcing. Perusahaan harus berhati-hati dalam hal pemilihan alternatif pengembangan sistem informasi yang tepat. Kesalahan di dalam pemilihan alternatif akan menyebabkan investasi yang telah dilakukan serta waktu yang terpakai akan menjadi sia-sia. Perusahaan dapat membandingkan advantage dan disadvantage dari ketiga alternatif tersebut.
Masing-masing metode memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri. Pemilihan terhadap salah satu metode pengembangan sistem informasi tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya ketersediaan dana dan kemampuan tenaga kerja.







BAB II PEMBAHASAN
METODE PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI
PADA ORGANISASI DAKWAH

A. Pengertian Sistem Informasi dan Organisasi
1. Pengertian Sistem
Istilah sistem merupakan istilah dari bahasa yunani “system” yang artinya adalah himpunan bagian atau unsur yang saling berhubungan secara teratur untuk mencapai tujuan bersama.
Sistem menurut para ahli:
L. James Havery
Sistem adalah prosedur logis dan rasional untuk merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan maksud untuk berfungsi sebagai suatu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.
John Mc. Manama
Sistem adalah sebuah struktur konseptual yang tersusun dari fungsi-fungsi yang saling berhubungan yang bekerja sebagai suatu kesatuan organik untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan secara efektif dan efesien.
C.W. Churchman
Sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang dikoordinasikan untuk melaksanakan seperangkat tujuan.
J.C. Hinggins
Sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang saling berhubungan.
Edgar F Huse dan James L. Bowdict
Sistem adalah suatu seri atau rangkaian bagian-bagian yang saling berhubungan dan bergantung sedemikian rupa sehingga interaksi dan saling pengaruh dari satu bagian akan mempengaruhi keseluruhan.
2. Pengertian Informasi
menurut Gordon B. Davis, informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai yang nyata yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau keputusan-keputusan yang akan datang.
penulis lain, burch dan strater, menyatakan: informasi adalah pengumpulan atau pengolahan data untuk memberikan pengetahuan atau keterangan.
Sedangkan George R. Terry, Ph. D. menyatakan bahwa informasi adalah data yang penting yang memberikan pengetahuan yang berguna.
Jadi, secara umum informasi adalah data yang sudah diolah menjadi suatu bentuk lain yang lebih berguna yaitu pengetahuan atau keterangan yang ditujukan bagi penerima dalam pengambilan keputusan, baik masa sekarang atau yang akan datang.
3. Pengertian Organisasi
Organisasi Dalam Sebuah Definisi yaitu
A. Etimologi
Organisasi (Yunani: organon - alat) adalah suatu kelompok orang yang memiliki tujuan yang sama. Baik dalam penggunaan sehari-hari maupun ilmiah, istilah ini digunakan dengan banyak cara.
B. Terminologi
 Organisasi secara teminologi diantaranyan adalah :
  1. Organisasi Menurut Stoner, Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-     orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.
  2. Organisasi Menurut James D. Mooney, Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
  3. Organisasi Menurut Chester I. Bernard, Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
B. Perlunya Pengembangan Sistem Informasi
Pengembangan sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada. Perlunya Pengembangan Sistem :
1. Adanya permasalahan (problem) yang timbul pada sistem yang lama Permasalahan yang timbul dapat berupa :
  1. Ketidakberesan
  2. Pertumbuhan Organisasi
  3. Untuk meraih kesempatan (opportunities)
  4. Teknologi informasi telah berkembang dengan cepatnya
  5. Adanya instruksi-instruksi (directives)
2. Prinsip Pengembangan Sistem
  1. Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen
  2. Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar
Investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal :
  1. Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi
  2. Investasi yang terbaik harus bernilai
  3. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
Tahapan kerja dan tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan system
  1. Proses pengembangan sistem tidak harus urut
  2. Jangan takut membatalkan proyek
  3. Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem
3. Tahapan Pengembangan Sistem. Tahapan utama siklus hidup Pengembangan Sistem terdiri dari :
  1. Perencanaan Sistem ( Systems Planning)
  2. Analisis Sistem (System Analysis)
  3. Perancangan Sistem (Systems Design) Secara Umum
  4. Seleksi Sistem (System Selection)
  5. Perancangan Sistem (Systems Design) Secara Umum
  6. Implementasi dan Pemeliharaan Sistem (System Implementation & Maintenance)
C. Faktor-faktor serta Indikator yang Menunjukkan Gagalnya SIM dalam Organisasi/Perusahaan
1. Faktor-faktor yang menyebabkan SIM kurang berkembang dalam organisasi/perusahaan
Dengan adanya SIM ini, sebuah perusahaan mengharapkan suatu sistem yang dapat bekerja secara cepat dan akurat sehingga produktivitas kerja di perusahaan lebih meningkat. Namun karena beberapa faktor tertentu, terkadang malah perusahaan mengalami kegagalan.
Pengembangan SIM canggih berbasis komputer memerlukan sejumlah orang yang berketrampilan tinggi dan berpengalaman lama dan memerlukan partisipasi dari para manajer organisasi. Banyak organisasi yang gagal membangun SIM karena :
  1. Pengorganisasian perusahaan yang kurang wajar
  2. Kurangnya perencanaan yang memadai
  3. Kurang personil yang handal
  4. Kurangnya partisipasi manajemen dalam bentuk keikutsertaan para manajer dalam merancang sistem, mengendalikan upaya pengembangan sistem dan memotivasi seluruh personil yang terlibat.
Untuk meraih keberhasilan dalam pengembangan SIM, perlu diperbaikinya system lama, terutama jika disebabkan beberapa hal berikut ini,
1. Adanya permasalahan-permasalahan (problems) yang timbul di system yang lama. Permasalahan yang timbul dapat berupa :
  1. Ketidakberesan sistem yang lama Ketidakberesan dalam sistem yang lama menyebabkan sistem yang lama tidak dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan.
  2. Pertumbuhan organisasi Kebutuhan informasi yang semakin luas, volume pengolahan data semakin meningkat, perubahan prinsip akuntansi yang baru menyebabkan harus disusunnya sistem yang baru, karena sistem yang lama tidak efektif lagi dan tidak dapat memenuhi lagi semua kebutuhan informasi yang dibutuhkan manajemen.
2. Untuk meraih kesempatan-kesempatan Dalam keadaan persaingan pasar yang ketat, kecepatan informasi atau efisiensi waktu sangat menentukan berhasil atau tidaknya strategi dan rencana-rencana yang telah disusun untuk meraih kesempatankesempatan dan peluang-peluang pasar, sehingga teknologi informasi perlu digunakan untuk meningkatkan penyediaan informasi agar dapat mendukung proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh manajemen.
3. Adanya instruksi dari pimpinan atau adanya peraturan pemerintah Penyusunan sistem yang baru dapat juga terjadi karena adanya instruksi instruksi dari atas pimpinan ataupun dari luar organisasi, seperti misalnya peraturan pemerintah
2. Indikator Diperlukannya Pengembangan SIM yaitu diantaranya:
  1. Keluhan pelanggan
  2. Pengiriman barang yang sering tertunda
  3. Pembayaran gaji yang terlambat
  4. Laporan yang tidak tepat waktu
  5. Isi laporan yang sering salah
  6. Tanggung jawab yang tidak jelas
  7. Waktu kerja yang berlebihan
  8. Ketidakberesan kas
  9. Produktivitas tenaga kerja yang rendah
  10. Banyaknya pekerja yang menganggur
  11. Kegiatan yang tumpang tindih
  12. Tanggapan yang lambat terhadap pelanggan
  13. Kehilangan kesempatan kompetisi pasar
  14. Persediaan barang yang terlalu tinggi
  15. Pemesanan kembali barang yang tidak efisien
  16. Biaya operasi yang tinggi
  17. File-file yang kurang teratur
  18. Keluhan dari supplier karena tertundanya pembayaran
  19. Tertundanya pengiriman karena kurang persediaan
  20. Investasi yang tidak efisien
  21. Peramalan penjualan dan produksi tidak tepat
  22. Kapasitas produksi yang menganggur
  23. Pekerjaan manajer yang terlalu teknis
  24. DLL.
Salah satu pengembangan dalam system informasi manajemen yang menggembirakan dan yang sifatnya mengadakan perubahan baru adalah pertumbuhan system saling mempengaruhi: manusia mesin, manusia-manusia.
  



D. Siklus, Metode dan Teknik Pengembangan Sistem Informasi
A. Background           
  1. Pada awal berkembangnya sistem informasi, pengembangan sistem informasi dilakukan oleh programmer.
  2. Programmer membuat program berdasarkan permintaan dan informasi dari user/manajamen organisasi.
  3. Output dari rancangan programmer ternyata tidak dapat memuaskan user.
B. Siklus, teknik dan metodologi
  1. Siklus (Life Cycle) dalam hal ini siklus Sistem Informasi adalah tahapan-tahapan dan tugas-tugas yang harus dilakukan dalam mengembangkan sistem informasi, tanpa memperhatikan sistem informasi jenis apa yang akan dibuat dan seberapa luas yang harus di hasilkannya.
  2. Teknik (Technique) adalah pendekatan bagaimana menggunakan alat-alat dan peraturan-peraturan yang melengkapi satu atau lebih tahapan-tahapan dalam siklus pengembangan sistem informasi.
  3. Metodologi adalah rincian secara menyeluruh dari siklus pengembangan sistem informasi yang mencakup; langkah demi langkah tugas dari masing-masing tahapan, aturan yang harus dijalankan oleh individu dan kelompok dalam melaksanakan tugas, standar kualitas dan pelaksanaan dari masing-masing tugas, teknik-teknik pengembangan yang digunakan untuk masing-masing tugas ini berkaitan dengan teknologi yang digunakan oleh pengembang.
C. Teknik-teknik dalam proses Pengembangan Sistem Informasi
Teknik terstruktur, merupakan pendekatan formal untuk memecahkan masalah-masalah dalam aktivitas bisnis menjadi bagian-bagian kecil yang dapat diatur dan berhubungan untuk kemudian dapat disatukan kembali menjadi satu kesatuan yang dapat dipergunakan untuk memecahkan masalah.


1. Teknik terstruktur
  1. Pemrograman terstruktur adalah proses yang berorientasi kepada teknik yang digunakan untuk merancang dan menulis program secara jelas dan konsisten.
  2. Desain terstruktur merupakan salah satu proses yang beroirentasi teknik yang digunakan untuk memilah-milah program besar ke dalam hirarki modul-modul yang menghasilkan program komputer yang lebih kecil agar mudah untuk diimplementasikan dan dipelihara (dirubah).
2. Teknik Terstruktur (cont’d)
  1. Analisis Terstruktur Modern merupakan teknik yang berorientasi kepada proses yang paling populer dan banyak digunakan dewasa ini.
  2. Pemodelan Data merupakan suatu teknik yang berorientasi kepada data dengan menunjukkan sistem hanya datanya saja terlepas dari bagaimana data tersebut akan diproses atau digunakan untuk menghasilkan informasi.
  3. Rekayasa Informasi merupakan perpaduan dari pemodelan data dan proses, juga memberikan penekanan baru terhadap pentingnya perencanaan sistem informasi
3. System Development Life Cycle (SDLC)
SDLC adalah tahapan-tahapan pekerjaan yang dilakukan oleh analis sistem dan programmer dalam membangun sistem informasi. Langkah yang digunakan meliputi :
  1. Melakukan survei dan menilai kelayakan proyek pengembangan system informasi
  2. Mempelajari dan menganalisis sistem informasi yang sedang berjalan
  3. Menentukan permintaan pemakai sistem informasi
  4. Memilih solusi atau pemecahan masalah yang paling baik
  5. Menentukan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software)
  6. Merancang sistem informasi baru
  7. Membangun sistem informasi baru
  8. Mengkomunikasikan dan mengimplementasikan sistem informasi baru
  9. Memelihara dan melakukan perbaikan/peningkatan sistem informasi baru bila diperlukan
4. Metode Prototyping
Metode protyping sebagai suatu paradigma baru dalam pengembangan sistem informasi, tidak hanya sekedar suatu evolusi dari metode pengembangan sistem informasi yang sudah ada, tetapi sekaligus merupakan revolusi dalam pengembangan sistem informasi manajemen
5. Metode Prototyping (Cont’d)
Karakteristik metode prototyping  meliputi langkah-langkah :
      1. Pemilahan fungsi
      2. Penyusunan Sistem Informasi
      3. Evaluasi
      4. Penggunaan Selanjutnya
Jenis-jenis prototyping  meliputi:
      1. Feasibility prototyping
      2. Requirement prototyping
      3. Desain Prototyping
      4. Implementation prototyping
Teknik-teknik prototyping  meliputi:
      1. Perancangan Model
      2. Perancangan Dialog
      3. Simulasi
6. Keunggulan dan Kelemahan Metode Prototyping
Keunggulan:
      1. End user dapat berpartisipasi aktif
      2. Penentuan kebutuhan lebih mudah diwujudkan
      3. mempersingkat waktu pengembangan SI
Kelemahan:
      1. proses analisis dan perancangan terlalu singkat
      2. Mengesampingkan alternatif pemecahan masalah
      3. Bisanya kurang fleksible dalam mengahdapi perubahan
      4. protitype yang dihasilkan tidak selamanya mudah dirubah
      5. protype terlalu cepat selesai
7. Rapid Application Development (RAD)
RAD adalah penggabungan beberapa metode atau teknik terstruktur. RAD menggunakan metode prototyping dan teknik terstruktur lainnya untuk menentukan kebutuhan user dan perancangan sistem informasi. Proses pengembangan, meliputi:
1.      Mempelajari apakah proyek pengembangan sistem memenuhi kriteria
2.      Mempelajari aktivitas bisnis perusahaan, menentukan area bisnis serta fungsi yang menjadi prioritas
3.      Membuat model dari fungsi-fungsi yang menjadi prioritas
4.      Memilih protype mana yang direview
5.      Implementasi Sistem Informasi
8. Metode Soft System
Metode ini memiliki tujuh tahapan, meliputi :
1.      Masalah relatif bagi setiap orang; masalah tidak terstruktur
2.      Menyusun problematique diagram dan rich picture
3.      Menyusun konsep model terdiri dari SI dan strategi yang mungkin digunakan
4.      Membandingkan antara masalah dalam tahap dua dengan model pada tahap tiga diatas
5.      Diskusi untuk menghasilakna suatu SI dan strategi yang sesuai dengan kultur yang ada
6.      Menyusun Proposal, strategi dan taktik untuk menyelesaikan masalah
9. Joint Application Development (JAD)
  1. JAD merupakan suatu kerjasama yang terstruktur antara pemakai sistem informasi, manajer dan ahli sistem informasi untuk menentukan dan menjabarkan permintaan pemakai, teknik yang dibuthkan dan unsur rancangan eksternal.
  2. Tujuan JAD adalah memberi kesempatan kepada user dan manajemen untuk berpartisipasi secara luas dalam siklus pengembangan sistem informasi.
10. Keterlibatan User dalam pengembangan SI
  1. Kebutuhan User
  2. Pengetahuan akan kondisi lokal
  3. Keenganan untuk berubah
  4. User merasa terancam
  5. Meningkatkan alam demokrasi
A. INSOURCING                                                                        
Sistem informasi manajemen menitikberatkan pada informasi untuk suatu keputusan terstruktur atau informasi yang dapat diantisipasi. Hal tersebut mungkin tampak sederhana, tetapi sebenarnya menyediakan informasi untuk membantu manajer-manajer membuat keputusan-keputusan adalah tugas yang sangat sulit dan kompleks. Sistem informasi manajemen memainkan peranan penting dalam penyusunan rencana strategis, pembuatan keputusan, dan pengontrolan kegiatan-kegiatan untuk dapat mengukur tingkat keberhasilannya.
In-sourcing adalah metode pengembangan sistem informasi yang hanya melibatkan sumber daya di dalam suatu organisasi atau suatu perusahaan. Sistem informasi mengenai operasi sistem pada pihak manajemen untuk memberikan pengarahan dan pemeliharaan sistem dalam hal ini pengendalian ketika sistem bertukar input dan output dengan lingkungannya.


Keuntungan
Keunggulan dalam menerapkan metode in-sourcing diantaranya :
  1. Umumnya sistem informasi yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan perusahaan karena karyawan yang ditugaskan mengerti kebutuhan sistem dalam perusahaan.
  2. Biaya pengembangannya relatif lebih rendah karena hanya melibatkan pihak perusahaan.
  3. Sistem informasi yang dibutuhkan dapat segera direalisasikan dan dapat segera melakukan perbaikan untuk menyempurnakan sistem tersebut.
  4. Sistem informasi yang dibangun sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan dan dokumentasi yang disertakan lebih lengkap.
  5. Mudah untuk melakukan modifikasi dan pemeliharaan (maintenance) terhadap sistem informasi karena proses pengembangannya dilakukan oleh karyawan perusahaan tersebut.
  6. Adanya insentif tambahan bagi karyawan yang diberi tanggung jawab untuk mengembangkan sistem informasi perusahaan tersebut.
  7. Lebih mudah melakukan pengawasan (security access) dan keamanan data lebih terjamin karena hanya melibatkan pihak perusahaan.
  8. Sistem informasi yang dikembangkan dapat diintegrasikan lebih mudah dan lebih baik terhadap sistem yang sudah ada.
Kelemahan
Kelemahan dalam menerapkan metode in-sourcing adalah :
  1. Keterbatasan jumlah dan tingkat kemampuan SDM yang menguasai teknologi informasi.
  2. Pengembangan sistem informasi membutuhkan waktu yang lama karena konsentrasi karyawan harus terbagi dengan pekerjaan rutin sehari-hari sehingga pelaksanaannya menjadi kurang efektif dan efisien.
  3. Perubahan dalam teknologi informasi terjadi secara cepat dan belum tentu perusahaan mampu melakukan adaptasi dengan cepat sehingga ada peluang teknologi yang digunakan kurang canggih (tidak up to date).
  4. Membutuhkan waktu untuk pelatihan bagi operator dan programmer sehingga ada konsekuensi biaya yang harus dikeluarkan.
  5. Adanya demotivasi dari karyawan ditugaskan untuk mengembangkan sistem informasi karena bukan merupakan core competency pekerjaan mereka.
  6. Kurangnya tenaga ahli (expert) di bidang sistem informasi dapat menyebabkan kesalahan persepsi dalam pengembangan distem dan kesalahan/resiko yang terjadi menjadi tanggung jawab perusahaan (ditanggung sendiri).
B. OUTSORCING
Teknologi tidak lagi merupakan pemikiran terakhir dalam membentuk strategi bisnis, tetapi merupakan penyebab dan penggerak yang sebenarnya. Peran utama aplikasi sistem informasi dalam bisnis adalah untuk memberikan dukungan yang efektif atas strategi perusahaan agar dapat memperoleh keunggulan kompetitif diluar perusahaan dengan menggunakan sumberdaya-sumberdaya yang terdapat didalam perusahaan itu sendiri. Perusahaan dapat bertahan hidup dan berhasil dalam jangka panjang hanya jika perusahaan tersebut berhasil mengembangkan strategi tekanan kompetitif yang membentuk struktur persaingan dalam industrinya. Sumberdaya-sumberdaya yang terdapat diluar perusahaan yang diantaranya, sumber daya data calon pelanggan dan pelanggan, sumber daya data pemasok, sumber daya informasi, sumber daya data pesaing atau kompetitor, dan atau sumber daya lainnya yang terkait hubungannya dengan keunggulan perusahaan yang berada diluar perusahaan (outsource).
Outsourcing dapat berupa meminta pihak ketiga untuk melaksanakan proses pengembangan sistem informasi termasuk pelaksana sistem informasi. Pihak perusahaan menyerahkan tugas pengembangan dan pelaksanaan serta maintenance sistem kepada pihak ketiga. Menurut O’Brien dan Marakas (2006), beberapa pertimbangan perusahaan untuk memilih strategi outsourcing sebagai alternatif dalam mengembangkan Sistem Informasi Sumberdaya Informasi diantaranya:
  1. Biaya pengembangan sistem sangat tinggi.
  2. Resiko tidak kembalinya investasi yang dilkukan sangat tinggi.
  3. Ketidakpastian untuk mendapatkan sistem yang tepat sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan.
  4. Faktor waktu/kecepatan.
  5. Proses pembelajaran pelaksana sistem informasi membutuhkan jangka waktu yang cukup lama.
  6. Tidak adanya jaminan loyalitas pekerja setelah bekerja cukup lama dan terampil.
Keuntungan
Keuntungan dengan menerapkan metode out-sourcing adalah :
  1. Perusahaan dapat mengonsentrasikan diri pada bisnis yang ditangani. Masalah mengenai hardware, sofware, dan maintenance sistem merupakan tanggung jawab pihak vendor.
  2. Lebih praktis serta waktu pengembangan sistem informasi relatif lebih cepat, efektif, dan efisisen karena dikerjakan oleh orang yang profesional di bidangnya.
  3. Penghematan waktu proses dapat diperoleh karena beberapa outsourcer dapat dipilih untuk bekerja bersama-sama menyediakan jasa ini kepada perusahaan.
  4. Dapat membeli partner/provider sesuai anggaran dan kebutuhan. Memudahkan akses pada pasar global jika menggunakan vendor yang mempunyai reputasi baik.
  5. Resiko ditanggung oleh pihak ketiga. Resiko kegagalan yang tinggi dan biaya teknologi yang semakin meningkat, akan lebih menguntungkan bagi perusahaan jika menyerahkan pengembangan sistem informasi kepada outsourcer agar tidak mengeluarkan investasi tambahan.
  6. Biaya pengembangan sistem informasi dapat disesuaikan dengan anggaran dan kebutuhan perusahaan. Mahal atau murahnya biaya pengembangan sistem informasi  tergantung jenis program yang dibeli.
  7. Mengurangi resiko penghamburan investasi jika penggunaan sumber daya sistem informasi belum optimal. Jika hal ini terjadi maka perusahaan hanya menggunakan sumber daya sistem yang optimal pada saat-saat tertentu saja, sehingga sumber daya sistem informasi menjadi tidak dimanfaatkan pada waktu yang lainnya.
  8. Dapat digunakan untuk meningkatkan kas dalam aset perusahaan karena tak perlu ada aset untuk teknologi informasi.
  9. Memfasilitasi downsizing sehingga perusahaan tak perlu memikirkan pengurangan pegawai.




Kelemahan
Disamping keunggulan yang telah disampaikan di atas, penerapan metode out-sourcing ini juga memiliki kelemahan, diantaranya :
  1. Terdapat kekhawatiran tentang keamanan sistem informasi karena adanya peluang penyalahgunaan sistem informasi oleh vendor, misalnya pembajakan atau pembocoran informasi perusahaan.
  2. Ada peluang sistem informasi yang dikembangkan tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan dikarenakan vendor tidak memahami kebutuhan sistem dalam perusahaan tersebut.
  3. Transfer knowledge terbatas karena pengembangan sistem informasi sepenuhnya dilakukan oleh vendor.
  4. Relatif sulit melakukan perbaikan dan pengembangan sistem informasi karena pengembangan perangkat lunak dilakukan oleh vendor, sedangkan perusahaan atau organisasi umumnya hanya terlibat sampai rancangan kebutuhan sistem.
  5. Dapat terjadi ketergantungan kepada konsultan.
  6. Manajemen perusahaan membutuhkan proses pembelajaran yang cukup lama dan perusahaan harus membayar lisensi program yang dibeli sehingga ada konsekuensi biaya tambahan yang dibayarkan.
  7. Resiko tidak kembalinya investasi yang telah dikeluarkan apabila terjadi ketidakcocokan sistem informasi yang dikembangkan.
  8. Mengurangi keunggulan kompetitif perusahaan. Mungkin saja pihak outsourcer tidak fokus dalam memberikan layanan karena pada saat yang bersamaan harus mengembangkan sistem informasi klien lainnya.
  9. Perusahaan akan kehilangan kendali terhadap aplikasi yang di-outsource-kan. Jika aplikasinya adalah aplikasi kritikal yang harus segera ditangani jika terjadi gangguan, perusahaan akan menanggung resiko keterlambatan penanganan jika aplikasi ini di-outsource-kan karena kendali ada pada outsourcer yang harus dihubungi terlebih dahulu.
  10. Jika kekuatan menawar ada di outsourcer, perusahaan akan kehilangan banyak kendali dalam memutuskan sesuatu apalagi jika terjadi konflik diantaranya.
F. Unsur-unsur dalam Sistem Informasi yang efektif
            Untuk menentukan jaringan yang efektif bagi suatu system informasi manajemen telah disarankan beberapa pertanyaan sebagai berikut:
  1. Data atau informasi apakah yang dibutuhkan?
  2. Bilamana data atau informasi itu dibutuhkan?
  3. Siapa yang membutuhkannya?
  4. Dimana data atau informasi itu dibutuhkan?
  5. Dalam bentuk apa data atau informasi itu dibutuhkan ?
  6. Berapa biaya data atau informasi itu?
  7. Prioritas apa yang akan diberikan oleh bermacam-macam data ?
  8. Mekanik apakah yang akan digunakan untuk menyortir informasi, menyusunya, menggunakannya menjadi bentuk yang berarti, dan menyampaikan informasi yang telah dipersatukannya kepada pengambil kepetusan untuk mengambil tindakan?
  9. Bagaimana pengaturan control umpan balik akan disediakan bagi manajemen atau organisasi?
  10. Mekanisme apakah yang akan ditentukan untuk dapat terus menerus menilai dan memperbaiki system informasi manajemen?



BAB III KESIMPULAN
Suatu organisasi terdiri atas sejumlah unsur: orang-orang yang mempunyai bermacam-macam  peranan dalam organisasi, kegiatan-kegiatan atau tugas-tugas yang harus diselesaikan, tempat kerja atau tempat fisik pekerjaan, dan wewenang serta hubungan-hubungan komunikasi yang meningkat bersama organisasi.
            Kebanyakan organisasi memulai dengan sangat sedikit mengenai tujuan, rencana, anggaran, bagan organisasi, pedoman prosedur, atau perlengkapan formal lainnya. Selama kehidupan awal suatu organisasi, mungkin unsur yang terpenting adalah pengusaha dan suatu ide atau gagasan. Dalam bab ini kita akan mempelajari bagaimana kebutuhan akan system informasi manajemen formal berkembang menjadi organisasi permulaan, dan tumbuh menjadi system unsure-unsur yang menjadi berhubungan yang lebih besar.
Pengembangan sistem informasi dalam perusahaan dapat dilakukan melalui tiga metode yaitu in-sourcing, co-sourcing, dan out-sourcing. Perusahaan harus berhati-hati dalam hal pemilihan alternatif pengembangan sistem informasi yang tepat. Kesalahan di dalam pemilihan alternatif akan menyebabkan investasi yang telah dilakukan serta waktu yang terpakai akan menjadi sia-sia. Perusahaan dapat membandingkan advantage dan disadvantage dari ketiga alternatif tersebut. Masing-masing metode memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri. Pemilihan terhadap salah satu metode pengembangan sistem informasi tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya ketersediaan dana dan kemampuan tenaga kerja.
Metode insourcing sebaiknya digunakan ketika perusahaan yakin bahwa metode tersebut memang tepat. Beberapa keunggulan dari insourcing yaitu bahwa karena yang mengembangkan sistem informasi adalah karyawan yang bekerja di perusahaan itu maka ia mengerti dan paham mengenai apa yang dibutuhkan perushaan, selain itu perusahaan juga menghemat biaya tenaga kerja. Tetapi perlu dipikirkan juga bahwa pengembangan tersebut tidak akan menggangu pekerjaan rutin si karyawan, sehingga pengerjaannya akan fokus. Apabila ternyata mengganggu maka akan mengakibatkan pengembangan tersebut justru memakan waktu yang lama.
Proses outsourcing sebaiknya dikomunikasikan dan diinformasikan kepada berbagai divisi yang ada pada perusahaan tersebut termasuk staff bagian IT, sehingga ketika outsourcing dilaksanakan para staff memahami pentingnya keahlian dan teknologi baru bagi perusahaan mereka dan  di dorong untuk memperoleh keahlian baru tersebut. Salah satu contoh keberhasilan outsourcing yaitu, American Standard yang melaporkan bahwa dalam setahun dapat menghemat $2 juta karena melakukan outsourcing terhadap operasi keuangan dan penggajian (Laudon & Laudon, 1998).
Kunci utama dalam kesuksesan outsourcing adalah pemilihan vendor yang tepat (choose the right vendor) karena outsourcing merupakan kerjasama jangka panjang sehingga penunjukkan vendor yang tepat sebagai mitra perusahaan menjadi sangat krusial baik dari pertimbangan aspek teknologi, bisnis, maupun tujuan finansial.







DAFTAR PUSTAKA
O’Brien. J. 2005. Pengantar Sistem Informasi Perspektif Bisnis dan Manajerial. Edisi 12. Salemba Empat. Jakarta.
O’Brien, J.A. & Marakas, G.M. (2006). Introduction to Information Systems, 7th Ed., McGraw-Hill/Irwin. New York.
Raharjo. B. 2002. Memahami Teknologi Informasi. PT. Elex Media Komputindo. Jakarta.
Drs. Moekijat. 1986. Pengantar Sistem Informasi Manajemen. Rosda Karya. Bandung






ABOUT ME

Foto saya
ih sya itu orangnya baik..asyik deh law berteman sam q..tpi aga bawel dikit..tp tnang baik ko..he..

VISITORS

SHARE IT

Powered By Blogger

anez cute

My Popularity (by popuri.us)

visitorq

free counters

translate

Template by: Free Blog Templates