Nez PinkBox

YM

Minggu, 05 Agustus 2012

contoh proposal skripsi

PEMELIHARAAN SUMBER DAYA MANUSIA
(Studi Deskriptif Di Kantor Pos Ujung Berung Bandung)

A. Latar Belakang Masalah
Manajemen sumber daya manusia (MSDM) merupakan suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Peran manajemen sumber daya manusia yaitu mengatur dan menetapkan program kepegawaian yang mencakup masalah-masalah kinerja karyawan, peranan manajemen sumber daya manusia diakui sangat menentukan bagi terwujudnya tujuan, tetapi untuk memipin unsur manusia ini sangat sulit dan rumit. Tenaga kerja manusia selain mampu, cakap, dan terampil, juga tidak kalah pentingnya kemauan dan kesungguhan mereka untuk bekerja efektif dan efisien. Kemampuan dan kecakapan kurang berarti jika tidak diikuti moral kerja dan kedisiplinan karyawan dalam mewujudkan tujuan Melayu S.P. Hasibuan (2000: 15).

Fungsi manajemen sumber daya manusia salah satunya adalah pemeliharaan atau maintenance merupakan tanggung jawab setiap pimpinan. Pemeliharaan sumber daya manusia yang disertai dengan ganjaran (reward system) yang dapat mempengaruhi terhadap jalannya organisasi. Sumber Daya Manusia merupakan salah satu unsur penting penentu keberhasilan perusahaan. Sumber Daya Manusia dengan segala potensi yang dimilikinya diharapkan dapat memberikan konstribusi yang berarti bagi perusahaan atau lembaga, peranan Sumber Daya Manusia ini menjadi sangat penting karena mempunyai peran aktif dalam setiap kegiatan perusahaan yaitu sebagai pengadaan, perencanaan, rekrutmen serta penentu terwujudnya tujuan perusahaan. Selain itu pula kualitas Sumber Daya Manusia ditentukan dari potensi yang dimiliki oleh setiap individu itu sendiri, sehingga mengakibatkan banyaknya menuntut tenaga kerja yang berprestasi, terampil, siap pakai dan berkepribadian yang mantap. Pemeliharaan Sumber daya manusia pada dasarnya untuk memperhatikan dan mempertimbangkan secara seksama hakikat manusianya. Manusia memiliki persamaan disamping perbedaan, manusia mempunyai kepribadian, mempunyai rasa, karya, karsa dan cipta. Manusia mempunyai kepentingan, kebutuhan,  keinginan, kehendak, kemampuan, dan manusia juga mempunyai harga diri.
Dengan terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas itu tidak terlepas dari tenaga kerja atau karyawan yang mengerjakannya dengan baik. Pemeliharaan tenaga kerja atau karyawan merupakan bagian dari manajemen  sumber daya manusia dalam menghadapi permasalahan yang ada baik permasalahan internal maupun eksternal. Dalam merealisasikan kegiatan tersebut sangat dibutuhkan orang-orang yang mampu mengelola secara produktif, efektif dan efisien yang dapat menunjang dan mendoronng demi kelancaran usaha dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Salah satunya yaitu melalui kinerja karyawan karena hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (A.A Anwar Prabu Mangkunegara, 2000: 67). Sehingga kinerja karyawan sangat berperanan penting bagi proses usaha atau organisasi dalam kemajuan usaha yang hendak dicapai.
Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan kinerja karyawan yang berkualitas. Kinerja karyawan yang berkualitas diperoleh dengan proses yang sangat panjang dan tidaklah mudah. Jika karyawan terbaik sudah diperoleh, maka karyawan tersebut harus dipelihara (maintenance) agar para karyawan tetap menunjukan kinerjanya yang terbaik. Pemeliharaan karyawan akan sangat berpengaruh dan berperan penting terhadap kinerja karyawan.
Untuk meningkatkan kinerja karyawan maka diperlukan suatu pemeliharaan karyawan yang baik dan tepat oleh perusahaan atau organisasi, agar para karyawan tetap bekerja dengan baik sehingga tercapai hasil yang optimal. Tujuan utama dari pemeliharaan adalah untuk membuat orang yang ada dalam organisasi betah dan bertahan, serta dapat berperan secara optimal.  Sumber daya manusia yang tidak terpelihara dan merasa tidak memperoleh ganjaran atau imbalan yang wajar, dapat mendorong pekerja tersebut keluar dari organisasi atau bekerja tidak optimal.
Dengan pemeliharaan karyawan yang intensif dan menggunakan metode pemeliharaan yang tepat, akan tercipta suatu iklim organisasi atau perusahaan yang kondusif, dan diharapkan dapat sesuai dengan tujuan organisasi atau perusahaan yang telah ditetapkan. Maka dari itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berkenaan dengan latar belakang diatas yaitu di Kantor Pos Ujung Berung, jl. A. H Nasution No. 28 Bandung. Adapun judul penelitian adalah “Pemeliharaan Sumber Daya Manusia (Studi Deskriptif Di Kantor Pos Ujung Berung Bandung)”
B. Rumusan Masalah
Berangkat dari latar belakang diatas dapat dirumuskan bahwa inti permasalahan yang akan dianalisis dalam penelitian ini adalah bagaimana pemeliharaan sumber daya manusia di Kantor Pos Ujung Berung Bandung.
Selanjutnya untuk mempermudah pembahasan dan analisis, pokok permasalahan itu dirinci dalam beberapa permasalahan penelitian:
1.      Bagaimana kesejahteraan pemeliharaan sumber daya manusia di Kantor Pos Ujung Berung Bandung?
2.      Bagaimana keselamatan dan kesehatan pemeliharaan sumber daya manusia di Kantor Pos Ujung Berung Bandung?
3.      Bagaimana kompensasi (imbalan) pemeliharaan sumber daya manusia di Kantor Pos Ujung Berung Bandung?
C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Penelitian ini bertujuan:
1.      Untuk mengetahui kesejahteraan pemeliharaan sumber daya manusia di Kantor Pos Ujung Berung Bandung.
2.      Untuk mengetahui keselamatan da kesehatan pemeliharaan sumber daya manusia di Kantor Pos Ujung Berung Bandung.
3.      Untuk mengetahui kompensasi (imbalan) pemeliharaan sumber daya manusia di Kantor Pos Ujung Berung Bandung.

Adapun kegunaan penelitian ini, antara lain:
1.      Dari Segi teoritis, diharapkan menjadi perangsang untuk melakukan penelitian lebih lanjut dalam mengembangkan ilmu manajemen khususnya Manajemen Sumber Daya Manusia.
2.      Dari segi akademis, diharapkan dapat bermanfaat dalam memberikan kontribusi pemikiran dan melengkap khasanah literatur Islamiyah.
3.      Dari segi praktis, hasil ini diharapkan dapat berguna bagi pengembangan Kantor Pos yang diteliti yaitu program pemeliharaan dan fasillitas pemeliharaan Kantor Pos dan menarik minat peneliti lain, khususnya dikalangan mahasiswa, untuk mengembangkan penelitan ini dilakukan sebagai salah satu syarat memperleh gelar sarjana dilingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
D. Kerangka Pemikiran
Dalam perspektif manajemen sumber daya manusia (MSDM), efektivitas organisasi manapun tergantung secara langsung pada efektivitas kerja sumber daya manusia dari organisasi atau perusahaan yang bersangkutan, tetapi sumber daya manusia tidak dengan sendirinya mampu bekerja secara efektif karena harus di dukung oleh peningkatan prestasi kerja dan tergantung kepada kualitas sumber daya manusianya yang dilakukan oleh organisasi atau perusahaan, baik kepada karyawan lama terutama kepada karyawan baru.
Manajemen sumber daya manusia (MSDM) merupakan ilmu yang mengatur unsur manusia dalam suatu organisasi, agar mendukung terwujudnya tujuan. Dan manajemen sumber daya manusia (MSDM) menganggap bahwa karyawan adalah kekayaan atau asset utama organisasi, jadi harus dipelihara dengan baik. Dengan begitu manajemen sumber daya manusia (MSDM) fokus kajiannya yaitu masalah tenaga kerja manusia yang menurut urutan fungsi-fungsinya, agar efektif dan efesien dalam mewujudkan tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat.
Manajemen sumber daya manusia (MSDM) merupakan ilmu dan seni yang mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat Malayu S.P Hasibuan, (2000: 10). Peran manajemen sumber daya manusia yaitu mengatur dan menetapkan program kepegawaian yang mencakup masalah-masalah kinerja karyawan, peranan manajemen sumber daya manusia diakui sangat menentukan bagi terwujudnya tujuan, tetapi untuk memipin unsur manusia ini sangat sulit dan rumit. Tenaga kerja manusia selain mampu, cakap, dan terampil, juga tidak kalah pentingnya kemauan dan kesungguhan mereka untuk bekerja efektif dan efisien. Kemampuan dan kecakapan kurang berarti jika tidak diikuti moral kerja dan kedisiplinan karyawan dalam mewujudkan tujuan Melayu S.P. Hasibuan (2000: 15).. Demikian pula Edwin B. Flippo dia mengungkapkan bahwasanya manajemen sumber daya manusia adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian dari pengadaan, pengembangan, kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan dan pemberhentian karyawan, dengan maksud terwujudnya tujuan perusahaan, individu, karyawan, dan masyarakat Edwin B Flippo (1988: 5).
Manajemen sumber daya manusia mempunyai kajian konsentrasi terhadap masalah tenaga kerja manusia yang diatur menurut urutan fungsi - fungsinya, agar efektif dan efisien dalam mewujudkan tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat. Hal ini bisa kita ketahui bahwasanya fungsi - fungsi manajemen sumber daya manusia meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, pengadaan, pengembanngan, kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan, kedisiplinan dan pemberhentian Malayu S. P. Hasibuan (2000: 21). Manajemen sumber daya manusia (MSDM) mengembangkan berbagai cara dan taktik bagaimana suatu perusahaan atau organisasi dapat berkembang dan terus hidup yaitu dengan cara mengelola karyawan dengan baik dan mengembangkan tenaga kerja supaya program yang khusus dirancang oleh suatu perusahaan atau organisasi dengan tujuan membantu karyawan dalam meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan memperbaiki sikapnya terutama demi kelangsungan perusahaan agar tercapai tujuan yang telah ditetapkan. Dapat dipahami bahwasanya sumber daya manusia (SDM) sangat berperan penting untuk perusahaan atau organisai dalam memajukan sebuah perusahaan dengan melakukan rekrutmen, seleksi, penempatan terutama pemeliharaan karyawan ini sangat berperan penting untuk tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.
Selanjutnya pemeliharaan manajemen sumber daya manusia mempunyai konsentrasi pula terhadap karyawan yaitu sebagai perencana, pelaku, dan yang selalu berperan aktif dalam setiap aktivitas perusahaan. Pada hal ini mengenai tenaga kerja manusia pada dasarnya dibedakan atas pengusaha, karyawan dan pemimpin.
Pemeliharaan adalah kegiatan untuk memelihara atau meningkatkan kondisi fisik, mental, dan loyalitas karyawan, agar mereka tetap mau bekerja sama sampai pensiun dan bekerja produktif untuk menunjang tercapainya tujuan perusahaan Melayu S. P. Hasibuan, (2000: 23). 
Sedangkan Edwin B. Flippo  berpandangan bahwa pemeliharaan “ the maintenance function of personnel is concerned primarily with preserving the physical, mental, and emotional condition of employees ” yang artinya fungsi pemeliharaan karyawan adalah menyangkut perlindungan kondisi fisik, mental, dan emosi karyawan (Malayu S.P Hasibuan, 2000: 179). Hal ini bisa difahami bahwasanya yang dimaksud dengan pemeliharaan disini yaitu merupakan suatu kegiatan yang ditunjukan kepada objek kinerja karyawan yang meliputi pada keselamatan dan kesehatan kerja, persoalan imbalan (kompensasi) dan loyalitas karyawan terhadap perusahaan yang bersangkutan, karena kesejahteraan sebuah perusahaan mampu dilihat dari kinerja program yang dijalankan oleh karyawan. Jadi pemeliharaan sumber daya manusia sangat berperan penting dalam menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, tenaga kerja dan manjer yang mencakup pada kesejahteraan karyawan, persoalan imbalan (kompensasi), keselamatan dan kesehatan karyawan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan.  
Pemeliharaan merupakan fungsi manajemen dan organisasi yang menjamin agar tujuan organisasi tercapai suatu tujuan. Karena Pemeliharaan (maintenance) karyawan harus mendapat perhatian yang sungguh-sungguh dari manajer. Jika pemeliharaan karyawan kurang diperhatikan, semangat kerja, sikap, loyalitas karyawan akan menurun. Absensinya dan turn-over meningkat, disiplin akan menurun, sehingga pengadaan, pengembangan, kompensasi, dan pengintegrasian karyawan yang telah dilakukan dengan baik dan biaya yang besar kurang berarti untuk menunjang tercapainya tujuan perusahaan. Karena, karyawan merupakan kekayaan utama suatu perusahaan atau organisasi, tanpa keikutsertaan mereka, aktivitas perusahaan atau organisasi tidak akan terjadi
Pemeliharaan oleh manajer kepada karyawan merupakan suatu usaha Supaya karyawan semangat bekerja, berdisiplin tinggi, dan bersikap loyal dalam menunjang tujuan perusahaan maka fungsi pemeliharaan mutlak mendapat perhatian manajer. Tidak mungkin karyawan bersemangat bekerja dan konsentrasi penuh terhadap pekerjaanya jika kesejahteraan mereka tidak diperhatikan dengan baik.
Keterangan diatas diperkuat oleh Malayu S.P Hasibuan (2000: 179), ia mengatakan, bahwa agar proses kegiatan pemeliharaan dapat berjalan dengan efektif, maka perlu diadakan pemeliharaan karyawan, sebab Karyawan adalah aset (kekayaan) utama setiap perusahaan, yang selalu ikut aktif berperan dan paling menentukan tercapai tidaknya tujuan perusahaan. Oleh karena itu, keamanan dan keselamatannya perlu mendapat pemeliharaan yang maksimal dari pimpinan perusahaan.
Menurut Lilis Sulastri (2010: 3) bahwa proses pemeliharaan ini mencakup persoalan imbalan (kompensasi), kesejahteraan tenaga kerja, fasilitas yang memadai, penjaminan keselamatan kerja dan pemeliharaan kesehatan, hingga bimbingan moril bagi tenaga kerja. Pendapat diatas diperkuat oleh Malayu S P Hasibuan (2000:178) proses pemeliharaan tersebut bisa dengan berbentuk metode-metode, diantaranya:
1.      Komunikasi yaitu alat pengalihan informasi dari komunikator kepada komunikan agar diantara mereka terdapat interaksi. Interaksi terjadi jika komunikasi afektif atau dipahami.
2.      Insentif yaitu daya perangsang yang diberikan kepada karyawan tertentu berdasarkan prestasi kerjanya agar karyawan terdorong meningkatkan kinerjanya.
3.      Kesejahteraan karyawan yaitu balas jasa pelengkap (material dan non material) yang diberikan berdasarkan kebijaksanaan. Tujuannya adalah untuk mempertahankan dan memperbaiki kondisi fisik da mental karyawan agar kinerjanya meningkat.
4.      Keselamatan dan kesehatan kerja KKK akan menciptakan terwujudnya pemeliharaan karyawan yang baik. KKK ini harus ditanamkan pada diri masing-masing individu karyawan, dengan penyuluhan dan pembinaan yang baik agar mereka menyadari pentingnya keselamatan kerja bagi dirinya maupun untuk perusahaan. Apabila banyak terjadi kecelakaan, akan menimbulkan kerugian bagi karyawan maupun bagi perusahaan yang bersangkutan.
5.      Hubungan Industrial Pancasila (HIP) yaitu hubungan antara para pelaku dalam proses produksi barang dan jasa (buruh, pengusaha dan pemerintah) didasarkan atas nilai yang merupakan manifestasi dari keseluruhan sila-sila pancasila dan Undang-undang 1945, yang tumbuh dan berkembang diatas kepribadian bangsa dan kebudayaan nasional Indonesia.  
Selanjutnya untuk mencapai tujuan perusahaan secara efektif dan efisien harus memanfaatkan sumber daya manusia (SDM) yang ada di perusahaan atau organisasi. Sumber daya manusia yang harus tetap dipertahankan yaitu yang memiliki kinerja yang baik dan bertanggung jawab terhadap pekerjaannya untuk mengetahui sejauhmana kinerja karyawan dalam perusahaan atau organisasi perlu diadakan penilaian kinerja karyawan terhadap hasil kerjanya.
Menurut Ulbert Silalahi (2002: 292) kinerja atau sering disebut  juga prestasi kerja merupakan proses mengevaluasi pelaksanaan kinerja karyawan yang dilakukan secara periodik yang dilakukan dengan membandingkan kinerja yang dicapai karyawan dengan kinerja yang diharapkan perusahaan berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan. Pendapat diatas diperkuat menurut  A.A Anwar Prabu Mangkunegara (2000: 67) kinerja atau prestasi kerja ialah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
Adapun tujuan dari penilaian kinerja karyawan sebagaimana dikemukakan Agus Sunyoto (1999: 1) yang dikutif dalam buku A.A Anwar Prabu Mangkunegara (2005: 10) diantaranya:
1.      Meningkatkan saling pengertian antara karyawan tentang persyaratan kinerja.
2.      Mencatat dan mengakui hasil kerja seorang karyawan, sehingga mereka termotivasi untuk melakukan yang lebih baik, atau sekurang-kurangnya berprestasi sama dengan prestasi yang terdahulu.
3.      Memberikan peluang kepada karyawan untuk mendiskusikan keinginan dan aspirasinya dan meningkatkan kepedulian terhadap karier atau terhadap pekerjaan yang diembannya sekarang.
Jika perusahaan atau organisasi tetap bisa bersaing dengan perusahaan lain maka perusahaan atau organisai harus dapat meningkatkan kinerja karyawan. Terutama perusahaan atau organisasi harus memberikan pemeliharaan kepada para karyawan untuk terus meningkatkan kinerjanya dengan baik dan bertanggung jawab. Selain itu juga pemeliharaan kepada karyawan sebagai usaha agar para karyawan betah dan mempertahankan kinerjanya dengan baik.
Oleh karena itu, jika karyawan yang baik sudah diperoleh maka harus dipelihara (maintenance) dengan baik agar mereka tetap menjaga prestasi kerjanya dalam pencapaian tujuan perusahaan atau organisasi yang telah ditetapkan. Dengan begitu para karyawan akan bersemangat dalam menjalani tugas yang diberikan kepadanya serta bertanggung jawab terhadap pekerjaanya. Sebab kinerja karyawan akan meningkat kalau pemeliharaan karyawannya sesuai dengan yang diharapkan oleh para karyawan. Maka pemeliharaan karyawan sangat berperan penting dalam upaya meningkatkan kinerja karyawan.


E. Langah-langkah Penelitian
     1. Penentuan Lokasi
      Penelitian ini dilakukan pada Kantor Pos yang berada di Ujung Berung Bandung dengan pertimbangan bahwa Kantor Pos Ujung Berung dipandang refresentatif sebagai tempat penelitian, mengingat Kantor Pos ini telah menerapkan fungsi-fungsi manajemen. Khususnya pemeliharaan sumber daya manusia Kantor Pos.
      Lokasi ini relatif mudah terjangkau dari tempat tinggal peneliti, yang memungkinkan evektifitas dan efisiensi dalam pengumpulan data-data dan informasi yang dibutuhkan. Karena, penerapan pemeliharaan di Kantor Pos sudah berjalan. (hasil studi ekplorasi tanggal 15 November 2011).
     2. Metode Penelitan
      Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, karena untuk menggambarkan, memaparkan dan menjelaskan data-data informasi tentang pemeliharaan sumber daya manusia Kantor Pos Ujung Berung Bandung.
 3. Jenis Data
      Jenis data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah :
a.       Data tentang kesejahteraan pemeliharan sumber daya manusia di Kantor Pos Ujung Berung Bandung.
b.      Data tentang keselamatan dan kesehatan pemeliharaan sumber daya manusia di Kantor Pos Ujung Berung Bandung.
c.       Data tentang kompensasi (imbalan) pemeliharaan sumber daya manusia di Kantor Pos Ujung Berung Bandung?
     4. Sumber Data
      Sumber data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah:
a.       Sumber Data Primer : Sumber Daya Manusia (SDM) Kantor Pos Ujung Berung.
b.      Sumber Data Sekunder : Staf, karyawan yang terlibat langsung, dan buku-buku, majalah, surat kabar, makalah dan lain-lain yang menunjang dan dapat memberikan data yang diperlukan dalam penelitian ini.
5. Teknik Pengumpulan Data
      Ada beberapa teknik yang dilakukan dalam pengumpuan data ini diantaranya :
a.       Observasi
      Dalam pelaksanaan observasi ini, penulis mengadakan pengamatan langsung ke lapangan, agar mengetahui pengamatan secara langsung aktivitas pemeliharaan, khususnya pada pemeliharaan Kantor Pos. Dan juga untuk mengetahui sejauhmana keefektifan pemeliharaan di Kantor Pos Ujung Berung.
b.      Wawancara
      Wawancara dimaksudkan untuk mendapatkan data dan informasi secara pasti berdasarkan data yang telah disebutkan diatas, yang dilakukan dengan megajukan pertanyaan-pertanyaan secara terstruktur kepada sumber data. Tujuannya untuk mendapatkan data dan informasi yang lebih rinci, mengenai pemeliharaan, serta keefektifan pemeliharaan yang dilakukan. Wawancara dilakuakan kepada sumber data yang telah disebutkan diatas.
c.       Studi Kepustakaan
      Yakni, pengumpulan data-data melalui buku-buku dan arsip yang berkaitan dengan permasalahan.
d.      Analisis Data
      Data mentah yang telah dikumpukan tidak akan ada artinya, jika tidak dianalisa. Untuk menganalisa data diakukan dengan cara menghubungkan jawaban dan pendapat. Dalam analisa ini penulis mengunakan metode kualitatif, yaitu untuk menjawab pertanyaan penelitian melalui berfikir formal dan argumentatif serta pada analisa terhadap dinamika hubungan antar fenomena yang diamati dengan langkah-langkah sebagai berikut :
a.       Mengumpulkan data yang diperoleh dari hasil observasi awal, wawancara dan dokumentasi serta menyusun data berdasarkan satuan-satuan perumusan masalah.
b.      Setelah data terkumpul kemudian diklasifiksikan menurut jenisnya masing-masing.
c.       Setelah diklasfikasikan data tersebut, maka dihubungkan satu dengan yang lainnya yaitu data hasil wawancara dan data yang diperoleh dilapangan.
d.      Kemudian ditafsirkan dan dianalisis.
e.       Menarik kesimpulan berdasarkan teori-teori pemeliharaan.


DAFTAR PUSTAKA

A.A Anwar Prabu Mangkunegara,
    2005. Evaluasi Kinerja Sumber Daya Manusia. Bandung: Refika Aditama.
A.A Anwar Prabu Mangkunegara,
2009. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung:  Rosdakarya.
Edwin B. Flippo,
    1988. Manajemen Personalia. Jakarta: Gelora Aksara Pratama.
H. Suwatno, Donni Juni Priansa,
2011. Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi Publik Dan   Bisnis. Bandung: Alfabeta.
Lilis Sulastri,
    2010. Sumber Daya Manusia Strategik. Bandung: LaGood’s
Malayu S.P. Hasibuan,
    2003. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.
Marwansyah,
    2010. Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Kedua. Bandung: Alfabeta.
M. Manullang,
    2008. Dasar-dasar Manajemen. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
Mokhamad Syuhandhak,
2007. Manajemen Sumber Daya Manusia Teori dan Praktek Pelaksanaan   Dilingkungan Pegawai Negeri Sipil. Jakarta: Stia-alan Press.
Sondang P. Siagian,
    2008. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Buki Aksara.
Sugiyono,
    2010. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Tjutju Yuniarsih, Suwatno,
2008. Manajemen Sumber Daya Manusia Teori Aplikasi Dan Isu Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Ulbert Silalahi,
    2002. Pemahaman Praktis Asas-asas Manajemen. Bandung: Mandar Maju.

0 komentar:

Posting Komentar

ABOUT ME

Foto saya
ih sya itu orangnya baik..asyik deh law berteman sam q..tpi aga bawel dikit..tp tnang baik ko..he..

VISITORS

SHARE IT

anez cute

My Popularity (by popuri.us)

visitorq

free counters

translate

Template by: Free Blog Templates