Nez PinkBox

YM

Daily Calendar

Senin, 09 April 2012

pengertian komunikasi


  1. Pengertian komunikasi
Istilah komunikasi atau dalam bahasa Inggris communication berasal dari kata Latin comunicatio, dan bersumber dari kata communis yang berarti sama. Sama di sini maksudnya adalah sama makna. Pengertian tersebut juga dapat dipersepsikan sebagai pengertian komunikasi yang bersifat dasariah, yakni minimal adanya kesamaan makna antara dua pihak yang terlibat  atau secara spesifik adalah kegiatan komunikasi yang informatif, yakni agar orang lain mengerti dan tahu, dan komunikasi persuasif, yakni agar orang lain bersedia menerima suatu paham atau keyakinan, melakukan suatu perbuatan atau kegiatan, dan lain sebagainya.
Beberapa definisi tentang komunikasi yang muncul  saat ini, diantaranya sebagai berikut. Pertama, Carl I. Hovland (1953) mengungkapkan bahwa komunikasi adalah proses mengubah perilaku orang lain (communication is the process to modify the behavior of the other individuals). Kedua, Harold D. Laswell (1972) menjelaskan bahwa cara terbaik untuk menjelaskan komunikasi adalah dengan  menjawab pertanyaan sebagai berikut: Who Says What In Which Channel To Whom Whit What Effect?.
Paradigma ini memunculkan bahwa komunikasi mengandung lima unsur, yakni: komunikator (communicator, source, ender), pesan (message), media (channel, media), komunikan (communicant, communicate, receiver, recipient), dan efek (effect).

Berdasarkan paradigma Lasswell tersebut, pada dasarnya ia menghendaki agar komunikasi  dijadikan objek ilmiah dengan dilakukannya analisis pada setiap unsur-unsurnya. Adapun definisi yang dapat ditarik berangkat dari lima unsur tersebut yakni komunikasi merupakan proses menyampaikan pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu.
Setelah mencermati beberapa pengertian di atas, pada hakikatnya proses komunikasi dapat dimaknai sebagai proses penyampaian pikiran atau perasaan seseorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan). Pikiran itu dapat berwujud gagasan, ide, informasi, opini, dan lain sebagainya yang muncul dari benaknya.Sedangkan perasaan dapat berupa keyakinan, kepastian, keragu-raguan, kemarahan, kekhawatiran, keberanian, kegairahan, dan sebagaianya yang timbul dari lubuk hatinya.
  1. Komponen komunikasi
Mengenai komponen komunikasi, Effendy (2000:6) mencantumkan  lima hal, yakni
  1. Komunikator (communicator)
  2. Pesan (message)
  3. Media ( media)
  4. Komunikan (communicant)
  5. Efek (effect)
Hal itu juga senada dengan paradigma komunikasi yang diungkapkan oleh Harold D. Lasswell  di atas, dari karyanya yang berjudul The Structure and Function of Communication in Society.
Contoh:
Abdul Rojak adalah seorang dosen mata kuliah metode pembelajaran Pendidikan Agama Islam, sedang menyampaikan materi tentang metode diskusi kepada para mahasiswa semester 6 dengan menggunakan video recorded. Ia mengharapkan agar mahasiswa yang belum tahu penguasaan metode diskusi menjadi menguasai penggunaan metode tersebut. Dan setelah dilakukan tes formatif pada akhir pembelajaran, para mahasiswa terbukti  telah mampu menguasai penggunaan metode tersebut.
Dari contoh tersebut dapat kita analisa kelengkapan komponen-komponen komunikasinya, yakn sebagai berikut; Abdul Rojak adalah sebagai komunikator, materi metode diskusi merupakan pesannya, bahasa, isyarat dan video recorded adalah medianya, para mahasiswa semester 6 adalah komunikan, dan kondisi belum tahu metode diskusi menjadi tahu dan bisa menguasai penggunaan metode tersebut adalah efeknya.
  1. Proses komunikasi
a.. Tahapan proses komunikasi, yakni meliputi dua tahap;
1)            Proses komunikasi secara primer
Proses komunikasi secara primer dijelaskan oleh Effendy (2000:11) adalah proses penyampaian pikiran dan atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan  lambang (symbol) sebagai media.
Lambang sebagai media primer dalam proses komunikasi ialah bahasa, kial, isyarat, gambar, warna, dan lain sebagainya yang secara  langsung mampu “menerjemahkan pikiran” dan atau perasaan komunikator pada komunikan.
Pikiran dan atau perasaan seseorang baru akan diketahui oleh dan akan ada dampaknya kepada orang lain apabila ditransmisikan dengan menggunakan media primer tersebut, yakni lambang-lambang. Atau dengan kata lain, pesan (message) yang disampaikan oleh komunikator kepada komunikan terdiri atas isi (the content) dan lambang (symbol).
Bahasa sebagai media primer yang paling banyak digunakan dalam komunikasi adalah mengandung dua jenis pengertian kata. Dua jenis pengertian kata itu yakni pengertian denotatif dan pengertian konotatif. Sehingga satu kata bisa bermakna ganda.
Wilbur Schramm (1971) menyatakan bahwa komunikator akan berhasil apabila pesan yang disampaikan oleh komunikator cocok dengan kerangka acuan (frame of reference), yakni panduan pengalaman dan pengertian (collection of experiences and meanings) yang pernah diperoleh komunikan. Bidang pengalaman, Schramm menambahkan, merupakan faktor yang penting dalam komunikasi. Jika bidang pengalaman komunikator sama dengan bidang pengalaman komunikan, komunikasi akan berlangsung lancar.
2)            Proses komunikasi secara sekunder
Proses komunikasi secara skunder merupakan proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media kedua setelah memakai lambang sebagai media pertama.
Media kedua yang digunakan komunikator, yakni seperti surat , telepon, teleks, surat kabar, majalah, radio, televisi, film, dan lain sebagainya. Media kedua ini digunakan untuk melancarkan komunikasi media pertama yakni karena kendala  jarak yang relatif jauh atau sangat jauh. Secara umum orang  menganggap bahwa media kedua inilah media komunikasi, sedangkan seperti bahasa sering kali terlupa atau tidak diketahui perannya sebagai media karena tampaknya antara sebagai lambang (symbol) dan isi (content) tidak dapat dipisahkan.
Pentingnya peranan media sekunder ini dalam proses komunikasi, yakni disebabkan oleh efisiensinya dalam mencapai komunikan.  Akan tetapi oleh para ahli, seperti diungkapkan Effendy (2000:17), bahwa diakui keefektifan dan efisiensi komunikasi bermedia hanya dalam menyebarkan pesan-pesan yang bersifat informatif. Adapun umpan balik dalam komunikasi bermedia, terutama media massa, biasanya dinamakan umpan balik tertunda (delayed feedback), yakni karena sampainya tanggapan atas reaksi khalayak terhadap komunikator memerlukan tenggang waktu.
Media yang digunakan dalam proses  komunikasi  secara sekunder ini pun dapat diklasifikasikan  menjadi media massa (massmedia) dan media nirmassa atau media nonmassa (non-mass media).
  1. Unsur-Unsur Komunikasi
1)      Sender, yakni komunikator yang menyampaikan pesan kepada sejumlah orang.
2)      Encoding, yakni  penyandian, ialah proses pengalihan pikiran ke dalam bentuk lambang.
3) Message, yakni pesan yang merupakan seperangkat lambang bermakna yang disampaikan oleh komunikator.
4) Media, yakni saluran komunikasi tempat berlakunya pesan dari komunikator kepada komunikan.
5) Decoding, yakni pengawasandian, ialah proses di mana komunikan menetapkan makna pada lambang yang disampaikan oleh komunikator kepadanya.
6) Receiver, yakni komunikan yang menerima pesan.
7) Response, yakni  tanggapan, seperangkat reaksi pada komunikan setelah diterima pesan.
8)Feedback, yakni umpan balik, ialah tanggapan komunikan apabila tersampaikan atau disampaikan kepada komunikator.
9) Noise, yakni gangguan tak terencana  yang terjadi dalam proses komunikasi sebagai akibat diterimanya pesan lain oleh komunikan yang berbeda  dengan pesan  yang disampaikan oleh komunikator kepadanya.
Agar komunikasi efektif, proses penyandian oleh komunikator harus bertautan dengan proses pengawasandian oleh komunikan. Semakin berkaitan bidang pengalaman (field experiences) komunikator dengan bidang pengalaman komunikan, akan semakin efektif pesan yang dikomunikasikan.
  1. Bentuk komunikasi
Effendy (2000:7) mengungkapkan bahwa bentuk-bentuk komunikasi, yakni meliputi empat bentuk. Adapun keempat bentuk komunikasi tersebut meliputi:
  1. Komunikasi Persona (Personal Communication)
Komunikasi personal merupakan komunikasi antar dua orang dan dapat berlangsung dengan dua cara, yakni komunikasi tatap muka dan komunikasi bermedia.
1)      Komunikasi intrapersona (intrapersonal communication)
Komunikasi intrapersona merupakan komunikasi yang terjadi dengan diri sendiri tanpa melibatkan orang lain, di mana ada upaya self disclosure atau pembukaan diri dan pemahaman terhadap kebutuhan akan dirinya sendiri. Sehingga mampu memkoordinasikan, mengharmoniskan, dan menselarakan perilaku dengan kebutuhan diri.
2)      Komunikasi antarpersona (interpersonal communication)
Dalam proses komunikasi antarpersona (interpersonal communication) adalah melibatkan dua orang dalam situasi interaksi, komunikator menyandi suatu pesan, lalu menyampaikan kepada komunikan, dan komunikan mengawasandi pesan tersebut. Pada saat itu komiunikator sebagai encoder, dan komunikan sebagai decoder namun sebaliknya ketika timbul dialog komunikator sebagai decoder dan komunikan sebagai encoder.  Sehinga akan timbul umpan balik dari komunikan.
Komunikasi antarpersona adalah komunikasi yang dilakukan dalam situasi tatap muka (face-to-face communication), sehingga tanggapan dari komunikan langsung diketahui. Tanggapan langsung dari komunikan tersebut dinamakan umpan balik seketika (intermediate feedback). Situasi yang sama dengan komunikasi antarpesona ialah komunikasi kelompok (group communication), baik komunikasi kelompok kecil (small group communication) maupun komunikasi kelompok besar (large group communication).
  1. Komunikasi Kelompok (Group Communication)
Komunikasi kelompok merupakan komunikasi antara seseorang dengan sekelompok orang dalam situasi tatap muka. Kelompok ini bisa kecil dan bisa besar
1)      Komunikasi  kelompok kecil (small group communication)
Komunikasi kelompok kecil merupakan komunikasi antara seorang manajer atau administrator dengan sekelompok karyawan yang memungkinkan terdapatnya kesempatan bagi salah seorang untuk memberikan tanggapan secara verbal. Dengan kata lain, dalam komunikasi kelompok kecil si pemimpin bisa melakukan komunikasi antar persona dengan salah seorang peserta kelompok.
Dalam komunikasi kelompok kecil seperti seminar, kuliah, ceramah, brifing, lokakarya, forum, atau symposium, umpan balik yang diperlukan komunikator adalah yang bersifat verbal karena komunikasinya ditujukan kepada kognisi komunikan, jadi permasalahannya mengerti atau tidak harus dinyatakan dengan kata-kata. .
2)      Komunikasi  kelompok besar (large group communication).
Kelompok besar merupakan kelompok komunikan yang karena jumlahnya banyak , dalam suatu situasi komunikasi hampir tidak terdapat kesempatan untuk memberikan tanggapan secara verbal atau bisa dikatakan kemungkinan sangat kecil untuk berdialog.
Komunikasi jenis ini adalah seperti rapat raksasa yang diadakan di stadion dengan dihadiri ribuan pengunjung. Komunikasi dalam situasi ini  ditujukan kepada afeksi komunikan, kepada perasaannya, bukan kepada otaknya. Karena akan terjadi wabah mental atau contagion mentale, yakni kohesi atau kepaduan mental. Sehingga akan tampak jika di lapangan ada yang berteriak “Allahu Akbar” maka akan diikuti secara serempak oleh seluruh hadirin.
  1. Komunikasi Massa (Mass Communication)
Sehubungan dengan pengertian komunikasi massa, menurut para ahli komunikasi (dalam Effendy, 2000: 20), komunikasi massa merupakan komunikasi dengan menggunakan media massa. Seperti juga dalam literatur sering dijumpai istilah mass communications (pakai s)  yang berarti mass media. Seperti; pers, radio, televisi, film, dan lain-lain. Sedangkan mass communication (tanpa s) adalah prosesnya, yakni proses komunikasi melalui melalui media massa.
  1. Komunikasi Media (Media Communication)
Bentuk komunikasi media ini menurut para ahli  diakui keefektifitasan dan efisiensinya dalam menyebarkan pesan-pesan informatif, namun kurang efektif dan kurang efisien untuk menyampaikan pesan persuasif. Bentuk-bentuk komunikasi media, yakni surat, spanduk, pamflet, telepon, poster, dan lain-lain.
  1. Sifat komunikasi
Komunikasi memiliki sifat atau karakter yang berbeda-beda menurut bentuknya masing-masing. Pertama, yakni tatap muka (face-to-face), ialah komunikasi yang berlangsung secara dialogis sambil saling menatap sehingga terjadi kontak pribadi (personal contact) .
Kedua, yakni sifat bermedia ialah komunikasi dengan menggunakan alat, umpamanya telepon, memorandum. Karena melalui alat, maka antara kedua orrang tersebut tidak terdapat kontak pribadi.
Ketiga, yakni verbal. Sifat ketiga ini juga biasa disebut bahasa lisan. Bahasa lisan itu terdiri dari dua jenis, yakni dalam bentuk lisan (oral) dan tulisan (written/printed). Sifat verbal dalam bentuk lisan dapat ditemui dalam komunikasi personal maupun komunikasi kelompok. Sedangkan yang berbentuk tulisan  dapat dijumpai pada komunikasi massa dan komunikasi media.
Keempat, yakni nonverbal. Sifat nonverbal, dari sudut pandang psikologis menurut Willis (2004:124)  mencakup pengertian segala ungkapan yang tidak disadari seseorang dalam bentuk gerak isyarat, gerak tubuh, air muka, nada/getaran suara, dan tarikan nafas.  Sifat komunikasi ini terdiri dari dua macam, yakni kial/isyarat badaniah (gestural), dan bergambar (pictorial).
Kial (gestural) adalah lambang yang dapat menerjemahkan pikiran seseorang sehingga terekspresikan secara fisik. Adapun gambar, yakni lambang yang banyak dipergunakan dalam komunikasi  memang melebihi kial, isyarat, dan warna dalam hal kemampuan menerjemahkan pikiran seseorang, tetapi tidak  melebihi bahasa.
  1. 6. Teknik komunikasi
Teknik komunikasi yakni meliputi empat macam sebagai berikut;
  1. Komunikasi informatif (informative communication)
Teknik komunikasi informatif, yakni suatu teknik komunikasi yang dilakukan agar orang lain (komunikan) mengerti dan tahu. Bisa kita temukan teknik ini pada semua bentuk komunikasi personal, bentuk komunikasi media, ataupun bentuk komunikasi massa.
  1. Komunikasi persuasif (persuasive communication)
Teknik komunikasi persuasif merupakan suatu teknik komunikasi yang dilakukan agar orang lain bersedia menerima suatu paham atau keyakinan, melakukan suatu perbuatan atau kegiatan dan lain sebagainya. Teknik ini berlangsung dengan personal contact yang memungkinkan komunikator mengetahui, memahami, dan menguasai; (1) frame of reference komunikan selengkapnya, (2) kondisi fisik dan mental komunikan sepenuhnya, (3) suasana lingkungan padasaat terjadinya komunikasi, dan (4) tanggapan komunikan secara langsung.
  1. Komunikasi instruktif/koersif (instructive/coersive communication)
Teknik komunikasi instruktif atau koersif merupakan teknik komunikasi agar orang mengikuti suatu prosedur dan aturan-aturan tertentu.
  1. Komunikasi manusiawi (human relation)
Hubungan manusiawi, menurut Effendy (2000:138-140), dalam arti luas ialah interaksi antara seseorang dengan orang lain dalam segala situasi dan di dalam semua bidang kehidupan.  Adapun hubungan manusiawi dalam arti sempit yakni  interaksi antara seseorang dengan orang lain dalam situasi kerja dan dalam organisasi kekaryaan (work organization).
Ditinjau dari ilmu komunikasi, hubungan manusiawi termasuk ke dalam komunikasi antarpersona (interpersonal communication) sebab berlangsung pada umumnya antara dua orang secara dialogis. Oleh karena sifatnya action oriented, hubungan manusiawi disebut komunikasi.
Teknik komunikasi hubungan  manusiawi ini yakni berupa counseling. Konseling ini bertujuan untuk membantu konseli (counselee), yakni seseorang yang menghadapi masalah atau menderita frustasi, untuk memecahkan masalahnya sendiri atau mengusahakan terciptanya suasana yang menimbulkan keberanian untuk memecahkan masalahnya.
Dalam hubungan manusiawi, ada dua jenis konseling, bergantung pada pendekatan (approach) yang dilakukan. Kedua jenis tersebut yakni direct counseling, yakni konseling yang langsung terarah, dan non-directive counseling, yakni konseling yang tidak langsung terarah.
  1. 7. Tujuan komunikasi
Menurut Effendy (200:8), tujuan komunikasi yakni mencakup empat hal;
  1. Perubahan sikap
  2. Perubahan pendapat
  3. Perubahan perilaku
  4. Perubahan sosial.
Adapun R. Wayne Pace, Brent D. Peterson, dan M. Dallas Burnett menyatakan bahwa tujuan utama komunikasi, yakni: to secure understanding (memastikan komunikan paham), to establish acceptance (membina pengertian) dan to motivate action (memotivasi).
  1. 8. Fungsi komunikasi
Komunikasi sebagai penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain menggunakan lambang sebagai media memiliki fungsi, yakni di antaranya:
Menurut Harold D. Lasswell (dalam Effendy, 2000:27), fungsi komunikasi ada tiga, yakni;
1)      Pengamatan terhadap lingkungan(the surveillence of the environment), penyingkapan ancaman, dan kesempatan yang mempengaruhi nilai masyarakat dan bagian unsur-unsur di dalamnya.
2) Korelasi unsur-unsur masyarakat ketika menanggapi lingkungan..
3) Penyebaran warisan sosial.
Adapun secara lengkap, fungsi komunikasi menurut Sean MacBride meliputi delapan fungsi;
1)            Informasi, yakni pengumpulan, penyimpanan, pemrosesan, fakta, pesan, yang dibutuhkan orang agar dapat mengerti dan bereaksi secara jelas dengan kondisi internasional, lingkungan, dan orang lain, dan agar mengambil keputusan dengan tepat.
2) Sosialisasi, atau pemasyarakatan
3) Motivasi, yakni menjelaskan tujuan setiap masyarakat jangka pendek maupun jangka panjang dan mendorong orang menentukan pilihannya, dan mendorong kegiatan individu dan kelompok berdasarkan tujuannya.
4) Perdebatan atau diskusi, yakni menyediakan ruang dialog dan saling tukar pendapat untuk pemecahan problem.
5) Pendidikan, yakni transformasi ilmu pengetahuan sehingga mendorong pengembangan intelektual, watak, dan ketrampilan  maupun sikap yang diperlukan dalam kehidupan.
6) Memajukan kebudayaan, yakni penyebarluasan hasil budaya dan seni dengan maksud melestarikan warisan masa lalu, memperluas horizon seseorang, dan membangun imajinasi dan mendorong kreativitas serta kebutuhan estetika.
7) Hiburan, yakni penyebarluasan sinyal, simbol, gambar, suara, dari drama, tari, sastra, olahraga, dan sebagainya untuk rekreasi dan kesenangan.
8)Integrasi, yakni menyediakan bagi bangsa dan negara, kelompok, ataupun individu  kesempatan  memperoleh berbagai pesan untuk dapat saling mengenal dan menghargai kondisi, pandangan, dan keinginan orang lain. 
Berdasarkan beberapa fungsi komunikasi yang telah tersebut di atas, dapat  kita sederhanakan fungsi-fungsi tersebut menjadi empat fungsi saja, yakni:
1)      menyampaikan informasi (to inform);
2) mendidik (to educate);
3) menghibur (to entertain);
4) mempengaruhi (to influence.)
  1. A. Rangkuman
Komunikasi merupakan proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh seseorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan). Pikiran itu dapat berwujud gagasan, ide, informasi, opini, dan lain sebagainya yang muncul dari benaknya. Komunikasi mengandung lima komponen, yakni; komunikator (communicator), pesan (message), media ( media), komunikan (communicant), dan efek (effect). Dalam prosesnya, ada dua tahap proses komunikasi, yakni proses komunikasi secara primer dan proses komunikasi secara sekunder.
Bentuk komunikasi ada empat macam, yakni komunikasi personal, komunikasi kelompok, komunikasi massa, dan komunikasi media. Mereka memiliki karakteristik seperti; tatap muka (face-to-face), bermedia, verbal, dan  nonverbal. Teknik-teknik  komunikasi yakni meliputi komunikasi informatif, komunikasi persuasif, komunikasi koersif atau instruktif, dan hubungan manusiawi. Adapun tujuan komunikasi ialah adanya perubahan sikap, perubahan pendapat, perubahan perilaku, dan perubahan sosial. Sedangkan fungsi komunikasi, yakni menyampaikan informasi (to inform), mendidik (to educate), menghibur (to entertain), dan mempengaruhi (to influence.).

3 komentar:

Ananda Wigneswara mengatakan...

Terimakasih atas infonya yang lengkap

Canny Claresta mengatakan...

Kami memiliki artikel yang lebih lengkap mengenai komunikasi antar persona yang bisa anda lihat disini:

Pengertian Etika Komunikasi Antar Persona Menurut Para Ahli


Etika Komunikasi Persona dan Kelompok Kecil Menurut Para Ahli


Konsep Dasar dan Hal yang Relevan Mengenai Kepribadian Manusia


Pengertian Etika Komunikasi Kelompok Kecil Menurut Para Ahli


Person dan Individu Dalam Dimensi Manusia



























Genifratama mengatakan...

oh jadi begitu.
Mungkin kamu juga bisa tahu lebih jelas tentang Komunikasi di disini http://genipratama.blogspot.co.id/2017/02/pengertian-komunikasi-materi-kuliah.html

Posting Komentar

ABOUT ME

Foto saya
ih sya itu orangnya baik..asyik deh law berteman sam q..tpi aga bawel dikit..tp tnang baik ko..he..

VISITORS

SHARE IT

anez cute

My Popularity (by popuri.us)

visitorq

free counters

translate

Template by: Free Blog Templates